KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Terhitung sejak Kamis (16/3/2023) sudah lima hari Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Barito Selatan dan Barito Timur gelar aksi penutupan lahan PT Indopenta Sejahtera Abadi (ISA) di Divisi I Desa Telang Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur.
Aksi yang dilakukan Fordayak menuntut tanah hak milik warga yang diduga diserobot oleh perusahaan. “Aksi akan terus dilakukan sampai menemukan titik terang penyelesaian atas dugaan penyerobotan lahan oleh perusahaan sawit PT ISA itu,” kata Ketua DPD Fordayak Kabupaten Barito Timur, Rafi Hidayatullah di Tamiang Layang, Minggu (19/3/2023)
Ia mengatakan penutupan dilakukan Fordayak pada kawasan itu atas kuasa yang diberikan oleh pemilik lahan. “Kami selaku penerima kuasa menutup kawasan areal pemilik lahan, dan sudah dibantu kepolisian menengahi namun tidak ada jawaban dari perusahaan,” katanya.
Ditambahkan dia, hingga saat ini manajemen perusahaan belum bisa menjawab dan memberikan keputusan. “Kami dari Fordayak akan menutup kawasa di Divisi VI. Kami bersikukuh agar ini bisa diselesaikan dengan beradat dan bermartabat dengan harapan ada solusi,” ujarnya.
Dikata dia, Fordayak sampai turun memperjuangkan hak warga karena sebelumnya beberapa kali mediasi apapun juga tidak ada keputusan dari manajemen perusahaan, permasalahan dan pemortalan akan berlanjut sampai beres.
Adapun konsekuensi dari kegiatan ini maka, segala operasional perusahaan tidak diperkenankan untuk melintas atau melewati lahan yang diduga diserobot. “Kami tidak menahan kegiatan masyarakat dan mempersilahkan. Pada intinya kami mempertahankan hak dan kewajiban selaku penerima kuasa,” tambah dia.
Sementara itu, Manajemen PT ISA melalui Asisten Kepala Humas dan Legal, Edwin Napitupulu menyampaikan, persoalan tersebut terkait klaim Suprianyoto alias Toto yang merasa bahwa beliau memiliki hak didalam HGU PT. ISA.
Baca Juga: Fordayak Eksekusi Lahan Sangketa di Palangka Raya
“Kami mewakili management telah beberapa kali melakukan mediasi yang difasilitasi Camat Paju Epat maupun di Polres Barito Timur yang difasilitasi Satintelkam Bartim dan turut hadir juga pemilik lahan yang telah membebaskan lahannya kepada PT. ISA,” terang Edwin.
Namun, sambungnya, karena tidak ada titik temu dan sesuai arahan dari management PT. ISA disarankan agar Suprianyoto apabila merasa memiliki hak atas lahan/tanah tersebut dengan menempuh jalur hukum melalui gugatan perdata.
Dia menjelaskan, pada Kamis (16/3), Suprianyoto bersama dengan Fordayak Bartim dan Fordayak Barsel melakukan pemortalan di akses jalan utama kebun PT. ISA tepatnya Divisi 1 Blok D/E 63 yang menyebabkan aktifitas perusahaan terganggu.
“Atas aksi pemortalan tersebut perusahaan telah melakukan pengaduan kepada Kapolres Barito Timur melalui Unit SPKT pada tanggal 16 Maret 2023 dan atas pengaduan tersebut Polres Barito Timur melalui Satreskrim telah menindaklanjuti dengan mengirimkan undangan klarifikasi yang dijadwalkan pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2023,” ucapnya (Anigoru)
Discussion about this post