Ini Pengakuan Eksekutor dari Baamang soal Aksi Nekadnya

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 09 September 2016 | 15:11:33 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Eksekutor pembunuhan terhadap Hendri Priwani di Baamang, Kotawaringin Timur, diringkus polisi. Kenapa dia sedemikian berani menghabisi nyawa korban?

IM, sang eksekutor yang baru berusia 17 tahun itu, terlihat pasrah ketika sudah berada dalam pengawalan polisi. Dia tak banyak berbicara ketika dibincangi wartawan terkait tindakan yang dia lakukan.

“Saya terpaksa (melakukannya) untuk membela ayah saya. Saya menyesal. Saya minta maaf,” ujar IM kepada wartawan, Jumat (9/9/2016).

IM ditangkap aparat Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, di sebuah rumah di Jalan Pelita, Sampit. “Tersangka ditangkap tadi malam. Dia adalah eksekutor yang membacok korban hingga korban meninggal,” kata Kapolres AKBP Hendra Wirawan didampingi Kepala Bagian Operasional AKP Muhammad Ali Akbar dan Kasat Reskrim Iptu Reza Fahmi di Sampit.

Hendra menjelaskan, pembunuhan itu terjadi pada Rabu (7/9) tengah malam. Saat itu korban diduga dalam kondisi mabuk, hendak membeli narkoba dan mendatangi rumah pelaku di Jalan Fathul Jannah Kecamatan Baamang.

Korban ditemui Kdn (36) yang merupakan ayah pelaku. Merasa tidak menjual narkoba, Kdn dan korban terlibat percekcokan hingga terjadi perkelahian.

Pelaku yang terbangun, langsung membantu ayahnya melawan korban. Dia kemudian mengambil celurit dan langsung membacok korban.

Melihat korban luka parah, ayah dan anak itu langsung kabur. Sementara itu korban yang bersimbah darah, sempat berjalan sekitar 50 meter, namun ambruk hingga akhirnya tewas kehabisan darah. (ant/rio)

Reporter: Redaksi
Back to top