GDAN dan Aparat Gabungan Pasang Patok Posko Antinarkoba di Puntun

Penulis: Huda  •  Rabu, 22 April 2026 | 14:58:20 WIB
Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama aparat gabungan memulai pembangunan Posko Terpadu Antinarkoba di Puntun, Palangka Raya

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Agar Kampung Puntun di kawasan Pelabuhan Rambang tak lagi identik dengan stigma kelam sebagai “pasar narkoba”, langkah konkret dilakukan oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama aparat gabungan dan instansi teknis, Rabu (22/4/2026).

Di tengah rintik hujan, tim turun langsung ke lapangan untuk memasang patok lokasi pendirian Posko Terpadu Antinarkoba. Di atas tanah itu, posko akan berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap peredaran narkoba di jantung Kota Palangka Raya.

Ketua GDAN, Ririen Binti, menegaskan bahwa kawasan Puntun sudah berada pada tahap darurat peredaran narkoba. “Puntun sudah menjadi pasar narkoba terbuka. Ini memprihatinkan, karena terjadi di tengah kota dan berlangsung 24 jam. Ini harus dihentikan karena menghancurkan semua sendi-sendi kehidupan masyarakat kita,” ujarnya dengan raut serius.

Kehadiran posko terpadu ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD). Menurutnya, pembangunan posko bukan sekadar urusan fisik, melainkan benteng moral masyarakat Dayak dan seluruh warga yang tinggal di tanah Dayak.

Proses pengukuran tanah dan pemasangan patok dilakukan dengan pengawalan Kapolsekta Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, bersama belasan personel. Hadir pula perwakilan dari BNN Kota Palangka Raya, Satpol PP, Kesbangpol, Lurah Pahandut, serta Dinas PUPR Provinsi Kalteng. Kehadiran mereka menegaskan bahwa negara hadir, dan ruang bagi para pelindung serta pengedar narkoba kini semakin sempit.

Ririen menegaskan, posko ini akan beroperasi 24 jam penuh, dijaga bergantian oleh aparat, BNN, tokoh adat, dan masyarakat setempat. “Ini kolaborasi pagar betis untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi siapapun untuk bertransaksi narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa mayoritas warga Puntun sebenarnya merindukan kedamaian dan ingin lepas dari stigma negatif. “Masyarakat di sana ingin berubah. Kita ingin mengajak seluruh elemen bersatu. Posko terpadu antinarkoba ini adalah titik awal perubahan,” pungkasnya.

Kini, patok telah tertanam dan harapan mulai tumbuh. Pembangunan Posko Terpadu Antinarkoba Puntun menjadi genderang perang yang akan terus ditabuh hingga kawasan ini benar-benar bersih, pulih, dan kembali bermartabat sebagai lingkungan yang aman bagi semua. (*)

Reporter: Huda
Back to top