Hujan Beberapa Jam, Ruas Jalan di MB Ketapang dan Baamang Direndam Banjir

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 10:33:39 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu (3/5/2026) pagi kembali menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan baik di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang) dan Baamang.

Di kawasan MB Ketapang, air merendam sejumlah titik, di antaranya Jalan Tatar, Jalan Pelita, Jalan DI Panjaitan, Jalan Soeprapto, hingga Jalan Kopi. Genangan tersebut menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati saat melintas.

Seorang warga, Sandy, mengatakan hujan deras  terjadi sejak pagi. “Sejak pagi hujan deras. Padahal Hujan Hanya Beberapa Jam, Di sini mulai banjir dari ujung Jalan Pelita, lalu menggenangi Jalan Panjaitan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Husin, warga Ketapang lainnya. Ia menyebut kondisi ini hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras turun.

“Kalau hujan deras seperti ini, hampir pasti banjir. Air cepat naik dan lama surut,” ungkapnya.

Tak hanya menggenangi jalan, air juga dilaporkan mulai masuk ke rumah warga di beberapa titik. Kondisi tersebut memaksa warga mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Baamang. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Cristopel Mihing, Jalan Kenan Sandan, Jalan Tjilik Riwut, dan Jalan Walter Condrat turut tergenang air.

Genangan di titik-titik tersebut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara terlihat harus mengurangi kecepatan karena jalan licin dan tertutup air.

Warga Baamang, Dayat, mengaku kondisi banjir dalam beberapa waktu terakhir semakin sering terjadi.

“Kalau hujan agak lama saja, jalan langsung tergenang. Kami jadi kesulitan beraktivitas,” tuturnya.

Warga kembali menyorot kondisi drainase yang belum optimal menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang. Selain itu, meningkatnya volume air yang tidak sebanding dengan kapasitas saluran pembuangan serta adanya sumbatan sampah di sejumlah drainase turut memperparah kondisi.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di beberapa titik masih belum surut dan tetap menggenangi badan jalan maupun permukiman warga.

Masyarakat berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait, seperti normalisasi drainase dan perbaikan sistem saluran air, agar persoalan banjir yang terus berulang ini dapat segera diatasi. Warga juga diimbau untuk tetap waspada serta menghindari ruas jalan dengan genangan cukup dalam demi keselamatan. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top