Keyakinan Agustiar Sabran, Huma Betang Jadi Tonggak Sejarah Peradaban Dayak di Dunia

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 18:36:56 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Bangunan Huma Betang yang pembangunannya resmi dimulai, bakal jadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia.

Keyakinan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat pemancangan tiang perdana pembangunan Huma Betang di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Kamis 23 Juli 2026.

Agustiar Sabran menegaskan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak. Nantinya, Gubernur Kalimantan Tengah itu meyakini Huma Betang akan menjadi simbol filosofi kehidupan masyarakat daerah itu yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong serta toleransi.

“Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak, sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah,” kata Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Agustiar Sabran menegaskan Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemu budaya, persatuan dan semangat dalam membangun daerah.

"Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia," jelasnya.

Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo sekaligus pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan hingga forum berskala nasional maupun internasional.

Dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan kapasitas lebih dari 10 ribu orang, Huma Betang akan dilengkapi galeri, museum, mes kontingen, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Keberadaan fasilitas tersebut diharap menjadikan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak yang representatif.

Bangunan Huma Betang rencananya didominasi penggunaan kayu ulin hingga sekitar 90 persen. Material khas Kalimantan ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan serangan rayap, sehingga diharapkan mampu menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati lintas generasi.

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan dan komitmen Gubernur dalam menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif.

Ia menjelaskan, Huma Betang akan dibangun di lahan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dengan mengadopsi konsep rumah panggung tradisional Dayak, dipadukan struktur modern sehingga tetap menjamin keamanan dan ketahanan bangunan tanpa menghilangkan nilai filosofis maupun arsitektur khasnya.

Pembangunan dilaksanakan bertahap melalui APBD Kalimantan Tengah. Pada Tahap I Tahun Anggaran 2026 dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp39,2 miliar dengan waktu pelaksanaan fisik selama 173 hari kalender oleh PT Terajana Graha Utama, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Nidisa Estetika selama 240 hari kalender. Secara keseluruhan pembangunan ditargetkan rampung pada tahun anggaran 2027.

"Pembangunan Huma Betang dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan profesional," jelasnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top