Syaufwan Dorong Pemerintah Utamakan Pencegahan

Penulis: Huda  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 14:08:15 WIB
Titik api disalah satu lahan terbakar (foto: Ist)

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya hingga 21 Agustus 2026 telah mencapai 306 kejadian dengan luas lahan terbakar 264,79 hektare. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, yang meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan serta mempertimbangkan peliburan sekolah apabila kualitas udara membahayakan kesehatan.  

Menurut Syaufwan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi harus diperkuat melalui pencegahan sejak dini. Ia mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat pemantauan wilayah rawan karhutla, khususnya lahan gambut dan semak belukar.  

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai pembakaran kecil kemudian tidak terkendali dan akhirnya menjadi karhutla yang berdampak luas, termasuk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).  

Syaufwan juga menekankan perlunya langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan dan anak-anak. Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan peliburan sekolah saat kabut asap memburuk serta menyiapkan pembagian masker gratis melalui Dinas Kesehatan.  

Selain itu, ia meminta koordinasi antarpihak terus ditingkatkan untuk mempercepat informasi dan penanganan ketika ditemukan titik api. Menurutnya, langkah antisipasi ini penting agar dampak karhutla tidak semakin meluas, terutama terhadap kesehatan masyarakat. (Mit).

Reporter: Huda
Back to top