Sentil Saat Budi Arie Dikucilkan Menteri, Pigai: Jangan Ganggu Pemerintah Sampai 2029

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:17:18 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Pernyataan pentolan relawan Projo alias Pro-Jokowi, Budi Arie Setiadi terus menuai kritik. Menteri HAM Natalius Pigai memberi peringatan untuknya.

Natalius Pigai, salah satu menteri di Kabinet Prabowo Subianto, rupanya tersentak juga dengan pernyataan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Relawan Projo.

Natalius Pigai dan Budi Arie Setiadi sama-sama menjadi menteri di awal pembentukan kabinet Prabowo Subianto. Budi Arie yang memimpin Projo sebelumnya didapuk Prabowo sebagai Menteri Koperasi sebelum lengser di tengah jalan.

Rekaman video di media sosial memperlihatkan Ketua Projo Budi Arie Setiadi berbicara di samping Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat.

Pernyataan Budi Arie Setiadi, pentolan Projo itu pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional.

Salah satunya dari Natalius Pigai. Pegiat HAM ini pun mengingatkan Budi Arie Setiadi di saat-saat akhir menjelang lengser, saat dirinya terbelit masalah terkait statusnya saat menjadi Menteri Komdigi di ujung akhir era pemerintahan Joko Widodo.

“Ingat mas Budi Arie. Ingat saya,” kata Natalius Pigai melalui akun resmi X.

Dia mengingatkan bagaimana kondisi Budi Arie cukup nelangsa saat dibelit masalah akibat aksi anak buahnya yang bermain-main dengan pelaku judi online.

“Saat kita duduk waktu perkawinan anak seorang menteri. Semua menteri menjauh darimu. Saya Natalius memutuskan duduk di sampingmu,” kata Pigai.

Pigai mengaku saat itu merasakan betapa nelangsanya Budi Arie. Dia menjadi tersisih sendiri di Kabinet Prabowo.

“Saya pembela kemanusiaan. Berani duduk di sampingmu,” tambahnya.

Pigai mengingatkan Budi Arie untuk sabar menunggu kontestasi demokrasi dan bertarung secara fair.

“Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah. Kami juga petarung,” ujarnya.

Dia pun meminta Budi Arie untuk siap-siap saja menghadapi kontestasi demokrasi pada tahun 2029 nanti dan bertarung secara fair.

“Siapapun menang, bagi kami hilang kekuasaan itu biasa,” katanya.

Tetapi, Pigai merasa ada satu hal yang perlu diingatkan kepada Budi Arie. Dia minta Budi Arie untuk menjaga demokrasi.

“Jangan ganggu pemerintah sebelum 2029. Biar kita sama-sama memikirkan bangun rakyat indonesia secara totalitas demi Merah Putih,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan Budi Arie berbicara di samping Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat.

Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top