KALAMANTHANA, Muara Teweh – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, mendorong para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) untuk terus meningkatkan kualitas, desain, kreativitas, serta inovasi produk kerajinan agar mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas.
Pesan tersebut disampaikan Maya Savitri saat membuka Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi Pelaku UKM Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di Wisma Barakati Tepian Kolam, Jalan Rekreasi Remaja, Muara Teweh, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, ini menjadi momentum bagi para perajin lokal untuk mengolah potensi bahan baku daerah, khususnya rotan dan kulit, menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Maya Savitri menegaskan bahwa pelatihan tahap lanjutan ini dirancang untuk mengasah serta memantapkan keterampilan yang telah dimiliki peserta.
“Karena ini merupakan pelatihan lanjutan, saya berharap kemampuan yang sudah dimiliki para peserta dapat semakin ditingkatkan, terutama dalam hal kualitas produk, desain, kreativitas, dan inovasi,” ujar Maya.
Menurutnya, Kabupaten Barito Utara menyimpan potensi bahan baku lokal yang sangat berlimpah. Tantangan utamanya terletak pada cara mengolah bahan mentah tersebut menjadi produk yang modern, estetis, berciri khas daerah, dan bernilai jual tinggi.
Ia juga mengingatkan para perajin untuk tidak berpuas diri hanya dengan bisa membuat barang, melainkan harus mampu membaca selera pasar.
“Jangan berhenti hanya pada bisa membuat produk. Kita harus mampu membuat produk yang disukai pasar. Artinya, kita harus mulai berpikir tentang kualitas, desain, kemasan, hingga pemasaran digital untuk memperluas jangkauan,” tegasnya.
Maya berharap hasil kerajinan masyarakat Barito Utara tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi juga sanggup menembus pasar regional hingga nasional.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM akan terus berkomitmen mendampingi pelaku usaha mikro agar dapat mandiri, naik kelas, serta berdaya saing.
“UKM bukan sekadar usaha perorangan, melainkan pilar penting dalam pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, dan penguatan perekonomian daerah,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Maya berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta aktif berdiskusi dengan para instruktur. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman untuk kemajuan UKM di Barito Utara. (sly)