Hujan Mulai Guyur Kotawaringin Timur, Tapi Jangan Ge-er Dulu, Ini Sebabnya

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 13 September 2026 | 18:15:59 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Hujan yang mengguyur sejumlah kawasan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (13/9/2026) siang, ternyata belum menjadi tanda perubahan pola cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur menyebut hujan yang terjadi hari ini kemungkinan besar berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Alfa Centauri K., mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca pada Minggu mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

“Untuk hari ini kemungkinan besar karena operasi modifikasi cuaca, karena rute modifikasi cuaca mencakup Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Barat,” jelas Alfa.

Hujan tersebut terjadi di tengah kondisi Sampit yang beberapa hari terakhir kerap diselimuti kabut tebal akibat asap. Guyuran hujan pun disambut lega masyarakat karena diharapkan dapat membantu membasahi lahan sekaligus mengurangi kabut asap.

Namun, masyarakat diminta tidak langsung beranggapan bahwa hujan hari ini akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

BMKG Kotawaringin Timur memprakirakan dalam tiga hari ke depan wilayah Kotim tidak memiliki potensi hujan. Kondisi cuaca diperkirakan didominasi cerah hingga berawan.

“Untuk tiga hari ke depan tidak ada potensi hujan, hanya cerah hingga berawan,” imbuh Alfa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap masih berpotensi muncul ketika tidak ada hujan, terutama jika masih terdapat titik api atau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap kembali menebal. Kondisi asap yang pekat dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Masyarakat diimbau berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar ruangan karena saat ini wilayah Kotim sering terjadi kabut tebal karena asap yang dapat memengaruhi kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan titik api baru menjadi bagian penting untuk mencegah kondisi kabut asap semakin parah di tengah cuaca yang diprakirakan relatif kering.

Hujan yang turun Minggu siang setidaknya memberikan jeda bagi masyarakat Sampit dari kondisi udara yang sebelumnya dipenuhi asap. Akan tetapi, berdasarkan prakiraan BMKG, warga masih perlu bersiap menghadapi kondisi cerah hingga berawan tanpa potensi hujan selama tiga hari ke depan.

Dengan demikian, hujan hari ini menjadi kabar baik sekaligus pengingat bahwa kewaspadaan terhadap karhutla belum boleh diturunkan. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top