Ternyata Begini Awal Mula Terbakarnya Pabrik Penggilingan Padi Terbakar di Tabalong

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 17 September 2026 | 09:54:58 WIB

KALAMANTHANA, Tanjung – Basuni mendengar suara seperti mesin menyala. Saat dia cek, api telah menyala di sekitar mesin penggilingan padi di Sungai Rukam, Tabalong.

Kebakaran itu pun tak terhentikan. Kebakaran cukup membuat heboh warga Sungai Rukam, Kecamatan Pugaan, Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu 16 September 2026 itu.

Kebakaran pabrik penggilingan padi milik milik Johan (70), warga Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Banua Lawas tersebut pertama kali diketahui Basuni (35).

Saat itu, sekitar pukul 06.30 Wita, Basuni mendengar suara seperti mesin yang sedang menyala dari dalam pabrik. Saat dilakukan pengecekan, dia melihat api telah menyala di sekitar mesin dan dengan cepat membesar.

Melihat kejadian tersebut, Basuni kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran dan relawan UPBS.

Sejumlah warga juga turut melakukan upaya pemadaman secara manual sembari menunggu bantuan tiba.

Tidak berselang lama, UPBS wilayah Selatan bersama relawan UPBS lainnya tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.

Dalam kejadian tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun, bangunan pabrik penggilingan padi mengalami kerusakan dan terbakar sekitar 100 persen.

Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari bagian dalam pabrik di sekitar mesin.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman oleh pihak kepolisian.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi instalasi listrik, mesin, dan peralatan kerja dalam keadaan aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada bangunan yang digunakan untuk kegiatan produksi. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top