Kapolres Kapuas Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Sei Pasah

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 24 September 2026 | 22:37:18 WIB
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Sei Pasah. Foto : ist

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung memimpin upaya pemadaman dan pembasahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RT 05, Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kamis (24/9/2026) siang.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah tim menemukan titik api yang membakar lahan seluas sekitar 3 hektare. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan permukaan tanah gambut yang kering membuat api harus segera ditangani agar tidak meluas.

Setibanya di lokasi, Kapolres bersama personel Polres Kapuas dan Polsek Kapuas Hilir langsung bergerak melakukan pemadaman sekaligus pembasahan. Petugas juga menggunakan cairan X-Fire untuk membantu mempercepat proses pemadaman serta mengantisipasi munculnya kembali api di lahan yang telah terbakar.

Penanganan Karhutla tersebut melibatkan personel gabungan, yakni 5 personel TNI, 5 personel Polsek Kapuas Hilir, 4 personel MPA Kecamatan Kapuas Hilir, 4 personel MPA Sei Asam, 6 personel MPA Sei Pasah, serta 10 personel Posko Karhutla Polres Kapuas.

Upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Medan menuju lokasi cukup sulit dijangkau dan tidak tersedia sumber air di sekitar titik api. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan peralatan dan jumlah personel di lapangan.

Untuk menjangkau titik api yang sulit dilalui kendaraan roda empat, personel memanfaatkan kendaraan roda dua. Dengan peralatan yang tersedia, tim gabungan terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat, kekompakan, serta sinergi seluruh unsur yang berada di lapangan.

“Kami turun langsung untuk memastikan titik api dapat segera ditangani. Kondisi lahan gambut yang kering harus menjadi perhatian karena api berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pembasahan secara maksimal. Karena itu, selain pemadaman, kami juga melakukan pembasahan dan menggunakan X-Fire untuk membantu mengendalikan api,” ujar Rina.

Ia juga mengapresiasi kerja sama personel TNI, Polri, MPA, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama agar api tidak meluas dan masyarakat maupun lingkungan sekitar tetap aman,” tambahnya.

Berkat respons cepat dan kerja sama tim di lapangan, proses pemadaman dan pembasahan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.35 WIB.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel kembali memastikan lahan telah dibasahi secara maksimal untuk meminimalkan kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama mengingat kondisi tanah gambut yang kering.

Polres Kapuas juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla. (fan)
 

Reporter: Redaksi
Back to top