Asap Tebal Kepung Jalan Tjilik Riwut, Api Lahan Tanah Mas Tak Kunjung Padam

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 26 September 2026 | 15:51:59 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran lahan di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum sepenuhnya padam.

Api yang bertahan selama beberapa hari masih terlihat di sejumlah titik hingga Sabtu (26/9/2026), sementara asap tebal mulai mengepung ruas Jalan Tjilik Riwut.

Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar lokasi berubah menjadi berkabut asap. Kepulan asap dari lahan terbakar bergerak hingga ke badan jalan dan mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan.

Pengendara yang melintas terlihat mengurangi kecepatan. Mereka harus lebih berhati-hati karena jarak pandang dapat menurun ketika asap bergerak menutup ruas jalan.

Di dalam kawasan lahan, beberapa bagian masih terlihat mengeluarkan asap. Kobaran api juga tampak muncul di antara vegetasi yang mengering. Kondisi ini membuat proses pemadaman harus dilakukan secara berulang untuk memastikan api tidak kembali menjalar.

Ali, warga yang berada di sekitar lokasi, mengatakan kebakaran tersebut bukan baru terjadi. Api telah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya dan hingga kini masih terdapat bagian lahan yang belum benar-benar padam.

“Api sudah beberapa hari terlihat di kawasan ini. Sampai sekarang masih ada titik yang terbakar dan mengeluarkan asap,” ujar Ali.

Menurut dia, kepulan asap menjadi persoalan tersendiri karena lokasinya berdekatan dengan jalur yang banyak dilalui masyarakat. Ketika asap bergerak ke arah jalan, pandangan pengendara menjadi terbatas.

“Kalau asapnya tebal, pengendara yang lewat harus lebih pelan. Pandangan ke depan bisa terganggu, apalagi kalau asap terbawa angin ke arah jalan,” katanya.

Petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Penanganan tidak hanya diarahkan pada api yang terlihat, tetapi juga bagian lahan yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kembali kobaran.

Kondisi vegetasi yang kering membuat api relatif mudah berpindah dari satu bagian ke bagian lainnya. Bara yang tertinggal di dalam lahan juga berpotensi kembali menyala apabila tidak segera didinginkan.

Asap dari kebakaran tersebut juga berpotensi mengganggu masyarakat di sekitar kawasan. Selain menurunkan jarak pandang, paparan asap dapat membuat aktivitas warga di luar ruangan menjadi tidak nyaman.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan jalur lalu lintas. Pengawasan di sekitar titik api masih diperlukan agar kobaran tidak meluas ke area lain.

Warga di sekitar lokasi juga diimbau tidak mendekati titik kebakaran apabila tidak memiliki perlengkapan dan kemampuan penanganan yang memadai. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat munculnya titik api baru, terutama yang berada dekat permukiman maupun akses jalan.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap mulai pekat. Bagi pengendara yang harus melintasi kawasan Jalan Tjilik Riwut, diimbau menurunkan kecepatan, menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman apabila jarak pandang terganggu asap.

Masyarakat diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka di tengah kondisi lahan yang masih kering. Api kecil sekalipun dapat dengan cepat merambat apabila terkena vegetasi kering dan hembusan angin.

Hingga Sabtu, petugas gabungan masih berjibaku di lokasi untuk mengendalikan titik-titik yang terbakar. Area yang telah dipadamkan juga terus dipantau untuk memastikan tidak muncul kembali bara atau api baru.

Kebakaran yang berlangsung berhari-hari tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Kotim masih belum sepenuhnya berakhir. Kewaspadaan masyarakat diperlukan agar api tidak kembali meluas dan asap tidak semakin mengganggu aktivitas warga. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top