Jalur Lama Tjilik Riwut Mulai Dialihkan, Akses di Kawasan Bandara H Asan Segera Berubah

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:11:35 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Pengguna Jalan Tjilik Riwut di kawasan Bandara H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai harus membiasakan diri menggunakan jalur alternatif.

Hal itu menyusul dimulainya uji coba rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di ruas jalan yang melintasi area ujung landasan pacu Bandara H. Asan Sampit.

Uji coba berlangsung pada 8–11 Oktober 2026. Meski demikian, pengalihan tersebut belum merupakan penutupan permanen. Akses Jalan Tjilik Riwut masih dalam tahap simulasi sebelum nantinya ditutup secara permanen.

Penutupan berkaitan dengan proyek perpanjangan runway atau landasan pacu Bandara H. Asan Sampit serta pembangunan pagar Runway End Safety Area (RESA) di sisi barat bandara.

Perubahan ini membuat kendaraan yang selama ini menggunakan jalur lama harus diarahkan ke rute berbeda. Arus lalu lintas dari Sampit menuju Palangka Raya maupun sebaliknya dialihkan melalui Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan simulasi dilakukan untuk melihat kesiapan pola pengalihan arus sebelum penutupan permanen diterapkan.

"Untuk sementara ini kami lakukan uji coba pengalihan arus terlebih dahulu. Hasil simulasi ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum penutupan permanen," kata Raihansyah, Kamis  8 Oktober 2026.

Menurutnya, perubahan akses tersebut dilakukan karena ruas Jalan Tjilik Riwut berada tepat di kawasan yang berkaitan dengan pekerjaan pengembangan sisi landasan bandara.

"Jalur yang melintasi area ujung landasan memang perlu disesuaikan dengan pekerjaan proyek, termasuk pembangunan pagar dan pekerjaan lainnya di kawasan tersebut," ujarnya.

Selama masa uji coba, pengguna jalan diharapkan memperhatikan rekayasa yang diterapkan dan mengikuti jalur pengalihan. Pengaturan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kondisi arus kendaraan setelah jalur lama tidak digunakan seperti biasanya.

Raihansyah menegaskan, informasi mengenai penutupan permanen perlu dibedakan dengan pelaksanaan uji coba pada 8–11 Oktober. Uji coba dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan perubahan arus, sedangkan penutupan secara permanen dijadwalkan pada November 2026.

"Jadi tanggal 8 sampai 11 Oktober ini masih tahap simulasi pengalihan. Untuk penutupan permanennya dijadwalkan pada November," jelasnya.

Dengan demikian, masyarakat yang selama ini menjadikan Jalan Tjilik Riwut sebagai akses perjalanan dari dan menuju arah Palangka Raya perlu mulai menyesuaikan rute.

Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto menjadi jalur alternatif yang disiapkan untuk menampung arus kendaraan setelah akses lama di kawasan lintasan bandara ditutup.

Perubahan akses tersebut merupakan bagian dari penyesuaian lalu lintas selama proyek pengembangan Bandara H. Asan Sampit berlangsung.

Yang ditutup nantinya bukan Bandara H. Asan Sampit, melainkan ruas Jalan Tjilik Riwut yang melintasi kawasan ujung landasan pacu. Aktivitas penerbangan bandara tetap berjalan. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top