KALAMANTHANA, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengunjungi RSUD dr Murjani Sampit bersama jajaran untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kunjungan pada hari Kamis 15 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah Kotawaringin Timur di bawah kepemimpinan Halikinnor untuk memastikan fasilitas kesehatan siap memberikan pelayanan di tengah kondisi kabut asap dan perubahan situasi kesehatan masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Halikinnor melihat langsung kesiapan rumah sakit, mulai dari ruang perawatan, tempat tidur pasien hingga tenaga medis dan perawat yang bertugas.
Ia ingin memastikan seluruh unsur pelayanan telah mempersiapkan langkah antisipasi sehingga masyarakat tetap mendapatkan penanganan kesehatan sesuai kebutuhan.
Halikinnor mengatakan, kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan merupakan hal penting agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan secara optimal, termasuk apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.
Karena itu, koordinasi dengan jajaran rumah sakit terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan telah diperhitungkan sejak dini.
“Kita ingin memastikan kesiapan rumah sakit, baik dari sisi fasilitas, ruangan, tempat tidur maupun tenaga kesehatan. Kalau terjadi peningkatan jumlah pasien, kita berharap semuanya sudah diantisipasi lebih awal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain memantau kesiapan pelayanan, Halikinnor juga memperhatikan perkembangan kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kotawaringin Timur.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan mudah.
Ia menjelaskan, gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat ditangani melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, sesuai kondisi pasien.
Sementara itu, peningkatan kasus diare, terutama pada anak-anak, juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Halikinnor menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kasus diare mengalami peningkatan sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan kondisi biasanya.
Perkembangan tersebut menjadi bahan perhatian dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok anak-anak yang membutuhkan penanganan cepat ketika mengalami gangguan kesehatan.
Ia juga menyoroti kondisi air di sejumlah wilayah yang terdampak intrusi air laut. Menurutnya, kualitas air yang digunakan masyarakat perlu diperhatikan karena berkaitan erat dengan kesehatan keluarga.
Karena itu, masyarakat diharapkan memastikan air yang digunakan untuk minum dan mengolah makanan aman serta bersih. Langkah pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat juga penting untuk mengurangi risiko penyakit, khususnya diare pada anak-anak.
Di sisi lain, kesiapan RSUD dr Murjani Sampit menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penanganan kesehatan masyarakat.
Halikinnor menyampaikan bahwa rumah sakit telah melakukan antisipasi, termasuk menyiapkan ruangan dan tenaga kesehatan apabila terjadi penambahan pasien.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pelayanan tidak hanya berfokus pada penanganan pasien yang sudah datang, tetapi juga siap menghadapi kemungkinan perubahan kebutuhan pelayanan. Dengan persiapan yang terencana, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat.
Halikinnor berharap kesiapan tersebut terus dipertahankan melalui koordinasi yang baik antara rumah sakit, puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Dengan demikian, berbagai persoalan kesehatan yang muncul akibat kondisi lingkungan dapat ditangani secara terarah.
Selain upaya di sektor kesehatan, ia juga berharap cuaca di Kotim segera membaik. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah bagian utara diharapkan meluas hingga kawasan perkotaan dan daerah lain yang masih terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Halikinnor, hujan sangat dinantikan untuk membantu mengurangi dampak karhutla dan kabut asap. Meski demikian, kesiapan fasilitas kesehatan tetap harus dijaga selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.
Kunjungan bersama jajaran tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Halikinnor berharap rumah sakit dan seluruh fasilitas kesehatan di Kotim terus memberikan pelayanan yang responsif, sehingga masyarakat merasa terbantu ketika membutuhkan penanganan medis.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan air yang digunakan sehari-hari, serta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.
Dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan dukungan masyarakat, pelayanan kesehatan di Kotim diharapkan tetap berjalan optimal di tengah kondisi yang masih membutuhkan perhatian bersama. (su)