KALAMANTHANA, Muara Teweh - Pandemi virus corona (covid-19) menyebar sejak Maret lalu di Kalimantan Tengah. Tetapi masih banyak warga tidak menggunakan masker di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, karena sulit mendapatkan APD tersebut.
Jika pun ada di tempat tertentu, harga masker relatif mahal. Ada yang menawarkan masker di grup whatts App satu dos kecil seharga Rp100 ribu. "Saya tidak memakai masker, karena memang tidak punya. Mau beli harganya mahal. Katanya ada pembagian masker, tapi saya tidak pernah terima," ungkap Beno, seorang pemuda di Muara Teweh, Kamis (16/4/2020).
Pantauan di Bundaran Buah, Kamis siang, cukup banyak pengendara dan penumpang kendaraan roda dua yang melintas di lokasi ini tidak mengenakan masker.
Padahal imbauan, sosialisasi, pemasangan spanduk, dan baliho dari pihak pemerintah maupun terkait lainnya sudah dijalankan sejak minggu kedua Maret 2020. Lurah Melayu Reddy Wahyu Nugraha, mengakui masyarakat masih membutuhkan masker, karena saat ini barang tersebut tergolong langka. "Menyikapi sulit dan mahalnya masker, kami dari Kelurahan Melayu bekerjasama dengan beberapa pihak untuk membantu masyarakat mendapatkan masker,” kata dia.
Bantuan terutama bagi warga yang masih melaksanakan aktifitas di luar rumah demi menyambung hidup, seperti tukang ojek, tukang sampah, tukang becak, dan lainnya. "Sekitar 400 masker sedang dalam proses di Ronagy Tailor. Itu segera kami bagikan kepada Kelurahan Melayu," sebut Reddy.(mel)