Petani Desa Lempuyang Gagal Panen Gara-gara Banjir, Ini Tanggapan Waket DPRD Kotim

Penulis: admin2020  •  Senin, 24 Mei 2021 | 16:46:14 WIB

KALAMANTHANA, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur H.Rudianur belum lama ini melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan petani di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, yang mengalami gagal panen akibat lahan pertanian padinya terendam banjir.

"Hampir semua petani padi dan jenis sayuran lainnya gagal panen disana, hal ini harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah, ditambah lagi saat ini kondisi perekonomian mereka sangat terpuruk dan perlu bantuan dari pemeritah," ungkapnya Senin (24/5/2021).

Legislator senior partai Golkar ini juga menambahkan, selain sawah dan lahan pertanian masyarakat mengalami kebanjiran, kondisi ekonomi ditengah bencana Covid 19 saat ini semakin mempersulit kehidupan masyarakat didaerah yang kategori hidupnya bertani sejak turun temurun tersebut.

"Kami mendorong agar pemerintah daerah bisa segera memberikan bantuan untuk mereka, baik itu bantuan langsung tunai juga bibit dan pupuk supaya mereka bisa kembali bercocok tanam, dan bahkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir kembali harus mendatangkan alat berat untuk membuat normalisasi paritan atau anak sungai di daerah tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Gagal Panen Padi Desa Lampuyang, Sekretaris Komisi II: Harus Ditangani Cepat

Disatu sisi menurut Rudianur, perkembangan sektor pertanian di daerah tersebut juga masih sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, hal ini bukan tanpa alasan, karena selain kondisi tanah yang mudah banjir, juga mayoritas masyarakat yang menggantung hidup mereka dengan bertani diwilayahnya selatan masih sangat banyak.

"Kita mengharapkan agar dimaksimalkannya pemberdayaan terhadap masyarakat disana, terutama menyangkut soal pertanian yang mana sudah saatnya harus mengikuti alur sistem pertanian yang moderen agar tidak menimbulkan dampak kegagalan bagi semua pihak, termasuk pemerintah yang gagal melakukan pembinaan," tutupnya. (drm)

Reporter: admin2020
Back to top