Pemkab Kapuas Gelar Rakor Internalisasi–Eksternalisasi Coaching Clinic 4 Implementasi SSK Program PPSP 2025

Penulis: Editor  •  Rabu, 19 November 2025 | 20:15:18 WIB

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Internalisasi dan Eksternalisasi (Coaching Clinic 4) Kegiatan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Program PPSP Tahun 2025, yang berlangsung di Kuala Kapuas, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkai, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Budi Kurniawan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah teknis, anggota Pokja PKP Kabupaten Kapuas, perwakilan perangkat daerah Provinsi Kalimantan Tengah, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan pembangunan sanitasi permukiman di Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutannya, Sekda Kapuas melalui Budi Kurniawan menegaskan bahwa pembangunan sanitasi merupakan bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui pelayanan persampahan rumah tangga, pengelolaan air limbah domestik, serta penyediaan infrastruktur sanitasi yang terpadu dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa Program PPSP menjadi instrumen strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan layanan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan.

“Program PPSP bertujuan mempercepat pembangunan sanitasi permukiman yang layak, aman, dan berkelanjutan. Fokus kita tidak hanya pada pemenuhan layanan dasar, tetapi juga pencegahan stunting, stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), serta peningkatan pengelolaan sampah dan air limbah domestik,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bapperida Kabupaten Kapuas, Ahmad M. Saribi, dalam laporan penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan Coaching Clinic 4 merupakan rangkaian lanjutan dari pendampingan Program PPSP tahun 2025, yang telah berjalan sejak Coaching Clinic 1 pada 12 Agustus 2025 di Palangka Raya, Coaching Clinic 2 pada 25 Agustus 2025 di Kapuas, serta Coaching Clinic 3 pada 27 Oktober 2025 di Palangka Raya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Kapuas, dengan dukungan anggaran dari Bapperida Kapuas Tahun 2025. Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi lingkup Provinsi, Kabupaten, dan sektor dunia usaha yang menangani sanitasi dan persampahan.

“Kabupaten Kapuas telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah yang mendapatkan pendampingan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) tahun 2025. Pelaksanaan Coaching Clinic 4 ini bertujuan menguatkan sinergi lintas sektor, serta memastikan seluruh perangkat daerah dan dunia usaha memiliki komitmen kuat dalam percepatan pembangunan sanitasi permukiman,” jelasnya.

Program PPSP 2025 menitikberatkan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan sanitasi, terutama pengelolaan sampah rumah tangga, akses jamban sehat, serta pengelolaan air limbah domestik yang ramah lingkungan. Pembangunan sanitasi juga diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting dan pemenuhan layanan dasar masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas.

Sekda melalui Budi Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh Paket Kebijakan Barigas Kapuas sebagai strategi pembangunan sanitasi daerah. Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama sektor terkait dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.

“Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus mendukung setiap upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mencapai target pembangunan sanitasi yang menyeluruh di Kabupaten Kapuas,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Sekda melalui Staf Ahli Budi Kurniawan secara resmi membuka Rapat Koordinasi Internalisasi dan Eksternalisasi Coaching Clinic 4 Implementasi SSK Program PPSP Tahun 2025 dan mengajak seluruh peserta agar terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kapuas yang bersih, sehat, dan siap menghadapi tantangan pembangunan sanitasi ke depan. (hmskmf/fan)

Reporter: Editor
Back to top