KALAMANTHANA, Jakarta – Terjaringnya dua kepala daerah, Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi, menyeret-nyeret nama Joko Widodo alias Jokowi. Ada apa?
Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo menjadi dua kepala daerah pertama yang terjaring OTT KPK dalam tahun 2026 yang belum genap sebulan ini.
Wali Kota Madiun Maidi terjaring OTT KPK pada Senin 19 Januari 2026 pagi, bersama sejumlah pejabat lainnya. Dia kemudian dibawa ke Jakarta.
Adapun Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK tak lama setelah itu di lokasi dan perkara berbeda. Dia sempat diperiksa penyidik KPK di Kudus.
Tertangkapnya Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi menjadi perbincangan publik yang ramai. Salah satunya karena keduanya mendapatkan endorse dari Jokowi ketika masih menjadi Presiden RI, saat mengikuti Pilkada tahun lalu.
Pegiat media sosial Denny Siregar mengingatkan kembali endorse yang diberikan Jokowi untuk Sudewo dan Chandra saat bertarung di Pilkada Pati 2024 lalu.
Dalam istilah lain, publik menyebut Sudewo merupakan bupati jasa tipip Jokowi. Ini karena dalam endorsenya, Jokowi menitipkan persoalan perikanan dan garam kepada Sudewo.
“Buka jastip tapi orang bermasalah yg dititipkan,” balas salah satu akun netizen.
Netizen lain mengomentari hal serupa dengan nada sedikit sinis. “Kok barang titipannya aromanya tak sedang semua ya bang,” tulisnya.
Sementara akun media sosial lainnya, DJ Donny, bahkan mengunggah kembali rekaman pernyataan Jokowi menjelang Pilkada Madiun tahun 2024 lalu.
Dalam rekaman itu, terlihat Jokowi mengendorse pasangan pasangan Maidi dan Bagus. “Pak Maidi, Pak Bagus, saya titip Kota Madiun,” kata Jokowi.
KPK mengumumkan telah menangkap Bupati Sudewo dalam rangkaian OTT ketiga pada 2026.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin 19 Januari 2026.
Dia mengatakan saat ini Sudewo sedang diperiksa secara intensif oleh KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah.
“Kudus,” katanya menekankan lokasi pemeriksaan Sudewo dilakukan di Kudus, bukan Pati.
Sementara Maidi terjaring OTT KPK di Madiun pada Senin 19 Januari 2026. Setelah diperiksa di Kantor Satreskrim Polres Madiun, dia dan sejumlah pejabat lain di Pemkot Madiun, langsung dibawa ke Jakarta.
Selain Wali Kota Madiun Maidi, sejumlah pejabat yang terjaring OTT KPK di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madiun, Thariq Megah, serta seorang perempuan.
Mereka keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Madiun dan langsung naik ke mobil yang disediakan tim KPK pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB.
“Pagi tadi sekitar pukul 8.30 WIB, ada tim KPK datang ke Polres Madiun untuk meminjam fasilitas tempat yang digunakan untuk pemeriksaan,” kata Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara di Madiun. (*)