KALAMANTHANA, Palangka Raya – Diduga hendak melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu, S diringkus aparat Satresnarkoba Polresta Palangka Raya.
S, pria berusia 45 tahun itu, diamankan Satresnarkoba Polresta Palangka Raya dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 100,84 gram pada Jumat 6 Februari 2026 tengah malam buta.
S ditangkap di Jalan Tjilik Riwut Km 45, tepatnya di depan sebuah warung di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya sekitar pukul 00.15 WIB.
Penangkapan bermula dari informasi masyarakat terkait adanya rencana transaksi jual beli narkotika di wilayah hukum Polresta Palangka Raya.
Berdasarkan informasi tersebut, petugas Satresnarkoba Polresta Palangka Raya melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan S di lokasi kejadian.
Saat dilakukan pemeriksaan badan dan pakaian yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan satu paket sabu yang sempat dibuang oleh terlapor saat akan diamankan.
Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa satu unit timbangan digital, plastik klip berbagai ukuran, tas selempang, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp3 juta.
Seluruh barang bukti tersebut diakui sebagai milik terlapor dan selanjutnya diamankan bersama tersangka ke Polresta Palangka Raya untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, melalui Kasatresnarkoba AKP Yonika Winner Te’dang, menegaskan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polresta Palangka Raya dalam memberantas peredaran narkotika.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Palangka Raya. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secara maksimal,” tegasnya.
Atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Sub Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 tahun 2023 tentang KUHP Jo UU No. 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan hingga saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain. (*)