KALAMANTHANA, Kapuas – Dewan Pimpinan Daerah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA I) di Aula Kantor Camat Kapuas Hulu, Senin (2/2/2026), sebagai langkah konsolidasi organisasi dan penguatan arah kebijakan ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Sekda Kapuas Bidang Pemerintahan dan Kesra Rumulus SH., MH., Camat Kapuas Hulu, unsur TNI-Polri, Damang, kepala desa, mantir, serta tokoh masyarakat. Sekitar 50 peserta dari pengurus DPP, DPW, DPD, dan DPR TBBR turut ambil bagian.
Ketua Panitia, Yosua S.I.P., menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak, serta berharap RAPIMDA I berjalan tertib, aman, dan membawa manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Sementara Ketua DPD TBBR Kapuas, Mustapa S.Pd., menegaskan RAPIMDA I menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi.
“RAPIMDA I ini sangat penting untuk menyusun arah organisasi, berdiri tegak menjaga adat dan budaya Dayak. Kita harus tetap solid, kompak, taat, dan selaras dengan AD/ART,” tegasnya.
Ia menambahkan, rapat ini diharapkan melahirkan program progresif yang bersinergi dengan pembangunan daerah serta memperkuat persatuan masyarakat Dayak. Mustapa juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah potensi konflik sosial dengan investor melalui musyawarah bersama pemerintah, TNI, dan Polri.
Ketua DPW TBBR Kalteng, Agusta Racman ST, menekankan konsistensi pelaksanaan AD/ART sebagai fondasi organisasi. Sementara itu, perwakilan DPP Biro Humas, Moses Thomas SH, mengapresiasi soliditas pengurus dan anggota TBBR Kapuas dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Dalam sambutannya, Asisten I Sekda Kapuas Rumulus SH., MH., mengapresiasi terselenggaranya RAPIMDA I dan mengingatkan pentingnya melestarikan adat serta tempat-tempat keramat sebagai warisan leluhur masyarakat Dayak.
RAPIMDA I TBBR Kapuas menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam menjaga adat, budaya, dan solidaritas masyarakat Dayak di tengah dinamika zaman. (*)