Rutan Palangka Raya Bentuk Keahlian Baru WBP Lewat Pojok Kreasi

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:48:34 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya -  Rutan Kelas IIA Palangka Raya terus mengintensifkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kerajinan di ruang “Pojok Kreasi” yang dikelola Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker).

Program ini difokuskan untuk membentuk keterampilan baru bagi WBP yang sebelumnya tidak memiliki keahlian khusus.

Di ruang pembinaan tersebut, WBP dilatih secara bertahap mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar penggunaan alat, hingga proses finishing. Produk yang dihasilkan antara lain Telawang—hiasan dinding khas Kalimantan berbentuk perisai—serta kerajinan berbahan Getah Nyatu yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan. Menurutnya, Rutan tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan keterampilan warga binaan.

“Banyak warga binaan yang datang tanpa memiliki keahlian tertentu. Melalui pembinaan ini, kami latih dari awal hingga mereka benar-benar bisa dan percaya diri dengan kemampuan barunya,” ujarnya, didampingi Kasubsi Bimker Andreas Betrianto, Sabtu (28/2/2026) Siang.

Salah satu WBP berinisial MK, narapidana kasus narkotika, mengaku sebelum menjalani masa pidana dirinya tidak pernah memiliki keterampilan di bidang kerajinan. Namun setelah mengikuti pembinaan secara rutin, ia kini mampu membuat Telawang dan mengolah Getah Nyatu secara mandiri.

“Awalnya saya tidak bisa apa-apa. Sekarang saya sudah bisa membuat sendiri dan ikut mengerjakan pesanan. Saya jadi punya bekal untuk nanti setelah bebas,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan AR, WBP lainnya, yang merasakan perubahan signifikan sejak mengikuti program tersebut. Ia mengaku kini lebih percaya diri dan bahkan dipercaya untuk mencoba inovasi desain di Pojok Kreasi.

Program pembinaan ini juga berdampak pada peningkatan produktivitas. Hasil karya WBP dipasarkan melalui pameran UMKM dan media sosial. Sepanjang 2025, kegiatan pembinaan kemandirian di Rutan Palangka Raya tercatat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp12 juta.

Pihak Rutan menilai keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir WBP.

Dengan keterampilan baru yang dimiliki, mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap memulai kehidupan yang lebih baik. (ab)
 

Reporter: Redaksi
Back to top