KALAMANTHANA, Palangka Raya – Ini peringatan bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Tiga hari muncul potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Peringatan dini ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut di Palangka Raya.
“Kami mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng,” kata Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Neng Arini Nur P di Palangka Raya, Senin 9 Maret 2026.
Dia menerangkan, wilayah Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.
“Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang,” katanya.
Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).
Dia menerangkan, kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.
Dia mengatakan, pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir.
“Untuk itu jika warga melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon,” katanya.
Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.
Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.
Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG. (*)