Donald Trump Makin Aneh, Gambarkan Diri Laksana Yesus, Anak Buahnya Pun Jadi Repot

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 15 April 2026 | 11:16:00 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Di tengah tekanan internasional dan warga sendiri, Presiden AS Donald Trump makin aneh-aneh saja. Dia gambarkan dirinya laksana Yesus Kristus. Anak buahnya jadi repot.

Gambaran Donald Trump laksana Yesus Kristus itu sempat dia unggah di media sosialnya, Truth Social. Tapi, dia menghapusnya kemudian.

Unggahan kontrovesial Donald Trump laksana Yesus Kristus itu membuat repot anak buahnya. Salah satunya Wakil Presiden AS, JD Vance.

Dia harus memberikan klarifikasi. JD Vance mengatakan unggahan kontroversial Donald Trump yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus hanyalah candaan.

“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Senin (13/4).

Ia menambahkan Donald Trump kerap berkreasi di media sosial dan berkomunikasi langsung dengan publik.

“Saya justru melihat itu sebagai hal yang baik dari presiden, yaitu ia tidak disaring. Ia tidak menyatakan semua hal melalui ahli komunikasi. Ia benar-benar menjangkau masyarakat secara langsung,” ujar Vance.

Trump pada Senin menghapus unggahan tersebut dari platform media sosial miliknya, Truth Social, yang memuat gambar hasil kecerdasan buatan.

Tindakan Trump itu muncul di tengah perselisihannya dengan Paus Leo XIV sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari.

Meski demikian, Trump membela unggahannya itu.

“Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah — ada petugas Palang Merah di sana yang kami dukung. Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu,” katanya.

Vance juga menyebut adanya perbedaan pandangan dengan Vatikan.

“Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,” katanya.

Ia menambahkan Vatikan sebaiknya fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik.

"Sedangkan Presiden Amerika Serikat menjalankan kebijakan publik," katanya. (*)

Reporter: Redaksi
Back to top