Awas! Sampai Jam 11.00 WIB, Dua Kecamatan di Kotim Ini Terancam Hujan Petir Angin Kencang

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 21 April 2026 | 09:12:13 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya - Peringatan dini datang dari BMKG Kalimantan Tengah. Dua kecamatan di Kotawaringin Timur terancam dilanda hujan petir dan angin kencang.

BMKG Kalimantan Tengah, dalam peringatan dini yang dikeluarkan Selasa 21 April 2026 pukul 08.40 WIB, menyebutkan ancaman hujan petir dan angin kencang itu bisa terjadi di dua kecamatan di Kotawaringin Timur.

Kedua kecamatan itu adalah Cempaga dan Cempaga Hulu. Keduanya potensial dituruni hujan petir dan angin kencang.

Ancaman hujan petir dan angin kencang bisa terjadi mulai pukul 08.50 WIB. Kondisi ini bisa berlangsung selama dua jam lebih hingga pukul 11.00 WIB.

Meski hanya di dua kecamatan di Kotawaringin Timur, BMKG Kalimantan Tengah juga mengingatkan potensi perluasan ancaman hujan petir dan angin kencang.

Selain Kotawaringin Timur, perluasan potensi hujan petir dan angin kencang juga hingga ke Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan, Sukamara, Lamandau, dan Gunung Mas.

Prakiraan hujan petir dan angin kencang di Kalteng

Kabupaten Kotawaringin Timur

Cempaga, Cempaga Hulu

Potensi meluasnya hujan petir dan angin kencang

Kabupaten Kotawaringin Barat

Kumai, Arut Selatan, Arut Utara

Kabupaten Kotawaringin Timur

Kota Besi, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Teluk Sampit, Seranau, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, Telaga Antang,

Kabupaten Katingan

Kamipang, Pulau Malan, Katingan Tengah, Sanaman Mantikei, Marikit, Katingan Hulu, Mendawai, Petak Malai, Bukit Raya

Kabupaten Seruyan

Seruyan Hilir, Seruyan Tengah, Danau Sembuluh, Seruyan Hulu, Seruyan Hilir Timur, Batu Ampar, Suling Tambun

Kabupaten Sukamara

Jelai, Balai Riam, Pantai Lunci, Permata Kecubung

Kabupaten Lamandau

Lamandau, Delang, Bulik, Bulik Timur, Menthobi Raya, Sematu Jaya, Belantikan Raya, Batang Kawa

Kabupaten Gunung Mas

Damang Batu

Reporter: Redaksi
Back to top