Tak Bisa Duduk Tenang, Polisi Panggil Pengelola Taksi Green SM Buntut Tabrakan Kereta

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 10:27:08 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Pihak manajemen taksi Green SM kini tak bisa duduk tenang. Mereka bakal diperiksa Polda Metro Jaya setelah tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

Taksi Green SM disebut-sebut sebagai salah satu pemicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 lalu. Tabrakan itu menewaskan 16 orang penumpang KRL.

Polda Metro Jaya yang ikut menangani perkara tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL itu telah memeriksa sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Mereka juga akan memanggil pengelola Taksi Green SM.

Selain pengelola taksi Green SM, sejumlah pihak juga masuk daftar tunggu panggilan Polda Metro Jaya. Mereka antara lain Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah mengambil keterangan 31 orang saksi untuk mengungkap insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat itu.

“Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Minggu 3 Mei 2026.

Budi menjelaskan terkait perkara kecelakaan tersebut, saat ini penanganannya telah berada pada tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya,” katanya.

Adapun kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menewaskan total 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Insiden itu dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas.

Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut 16 nyawa. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top