Misa Pelajar Katolik, Uskup Mgr Aloysius Ceritakan Awal Masuk Kota Palangka Raya

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:50:00 WIB
Sebelum misa dimulai, dilaksanakan prosesi penyambutan para uskup, pastor dari berbagai daerah di Kalimantan, serta keluarga Uskup Aloysius yang turut hadir dalam pesta perak.

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Masih dalam rangkaian 25 Tahun Tahbisan Episcopal Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF diadakan Misa Pelajar Katolik SD hingga SMA se-Kota Palangka Raya di Catholic Center Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Perayaan syukur ini menjadi momentum kebersamaan umat Katolik, khususnya generasi muda, dalam mensyukuri perjalanan pelayanan 25 tahun kegembalaan Uskup Palangka Raya.

Sebelum misa dimulai, dilaksanakan prosesi penyambutan para uskup, pastor dari berbagai daerah di Kalimantan, serta keluarga Uskup Aloysius yang turut hadir dalam pesta perak tersebut.

Prosesi adat Dayak berupa potong pantan mewarnai penyambutan tamu kehormatan, dilanjutkan pemasangan lawung dan sumping sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.

Dalam homilinya, Uskup Aloysius mengenang awal kedatangannya ke Palangka Raya pada Februari 2001. Saat itu, kondisi Kalimantan Tengah tengah dilanda konflik antarsuku sehingga sempat muncul pertimbangan untuk menunda pentahbisan uskup.

“Waktu saya datang ke Palangka Raya dulu sedang ada konflik antarsuku. Ada pertimbangan pentahbisan ditunda,” cerita Uskup Aloysius.

Tetapi umat Dayak saat itu katanya berani menjamin keselamatan Uskup. “Hal itulah yang saya pegang untuk pelaksanaan pentahbisan,” ujarnya.

Uskup Aloysius juga membagikan kisah ringan tentang prosesi adat saat pentahbisannya dahulu yang langsung disambut gelak tawa para siswa.

Uskup juga menceritakan momen “mencium” para tamu yang datang saat pentahbisan untuk menyeleksi tamu mana yang boleh masuk.

“Syukur semua tamu lolos boleh masuk. Untung pagi ini hanya potong pantan, tidak ada prosesi ‘mencium’ seperti dulu ya, takutnya ada yang belum mandi,” kata Uskup disambut tawa meriah pelajar.

Misa pelajar tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Kehadiran para siswa dari berbagai sekolah Katolik di Palangka Raya menjadi simbol dukungan generasi muda terhadap perjalanan pelayanan Mgr Aloysius M Sutrisnaatmaka yang telah memasuki usia 25 tahun sebagai uskup. (sly)

Reporter: Redaksi
Back to top