KALAMANTHANA, Palangka Raya – Seorang tukang pijat Mei Mei jadi korban penganiayaan berat di Palangka Raya. Seorang warga memberikan kesaksian.
Mei Mei sehari-harinya berprofesi sebagai tukang pijat. Kamis 14 Mei 2026 pagi itu, dia ditemukan bersimbah darah. Kedua tangannya diduga ikut terbacok.
Juan (47), seorang warga sekitar lokasi kejadian, menjelaskan bahwa luka korban tidak wajar.
Tubuh Mei Mei, menurutnya, penuh luka bacok dan sayatan menggunakan senjata tajam. Dia meyakini ini merupakan penganiayaan sadis dan tidak manusiawi.
“Dia itu tukang pijat dan banyak langganan. Untuk motifnya tidak diketahui,” katanya.
Mei Mei tinggal di dalam sebuah warung di kawasan Jalan Trans Kalimantan. Informasi yang beredar menyebutkan itu adalah warung remang-remang.
Korban dievakuasi menggunakan mobil dinas dari Satuan Brimob Polda Kalteng dibawa ke RS Bhayangkara untuk segera mendapatkan pertolongan karena luka nya sangat parah. (*)