Momentum Satu Suro dan 1 Muharram, Anggota DPRD Barut Ardianto Ajak Warga Introspeksi Diri

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:49:28 WIB
Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto didampingi Kepala Desa Bukit Sawit, Paning Ragen menghadiri malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam tahun Baru Islam 1 Muharaam 1448, Senin (15/6/2026) malam.(dok)

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, menghadiri undangan Panitia Acara Malam Satu Suro 1460 yang digelar oleh masyarakat Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan, Senin (15/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1460, yang kebetulan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dalam kesempatan itu, Ardianto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bukit Sawit yang terus konsisten menjaga dan melestarikan tradisi budaya. Menurutnya, tradisi ini sarat akan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal.

Ia menilai, malam Satu Suro bukan sekadar peringatan pergantian kalender Jawa, melainkan momentum penting untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan antar-sesama, serta meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi Malam Satu Suro memiliki makna yang sangat mendalam. Ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, memperbaiki kekurangan, dan memanjatkan doa agar kita semua diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan ke depan,” ujar Ardianto, Selasa (16/6/2026).

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, karena momen ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat juga dapat mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Momentum Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Ardianto juga mengajak seluruh masyarakat Barito Utara untuk menjadikan peringatan ini sebagai sarana mempererat persatuan, dengan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

“Keberagaman tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Selama mengandung nilai-nilai positif, memperkuat persaudaraan, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, tradisi seperti ini justru menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menutup penyampaiannya, ia memberikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan kepada kita semua. Selamat Satu Suro 1460, semoga tahun baru ini membawa kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Barito Utara,” pungkasnya.

Acara Malam Satu Suro di Desa Bukit Sawit tersebut berlangsung penuh kebersamaan. Agenda ini turut dihadiri oleh kepala desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta warga sekitar yang bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan dan kemajuan daerah. (sly)

Reporter: Redaksi
Back to top