Tiga Hari Hilang Tenggelam, Jasad Gilang Ditemukan di Perairan Pulau Laut Selatan

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:32:36 WIB

KALAMANTHANA, Banjarmasin – Tiga hari dicari, Gilang akhirnya ditemukan. Sayangnya, nelayan tersebut sudah meninggal dunia di pesisir pantai di Pulau Laut Selatan, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Gilang, pria berusia 23 tahun, warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, ditemukan Tim SAR gabungan pada Sabru 20 Juni 2026 sekitar pukul 17.08 Wita.

Dia merupakan korban meninggal dunia kedua dalam kecelakaan tabrakan kapal nelayan dengan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan itu.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Banjarmasin, mengatakan Gilang ditemukan terdampar di kawasan pesisir pantai dalam kondisi meninggal dunia.

“Seluruh korban (tujuh orang) dalam kecelakaan pelayaran yang terjadi pada 17 Juni 2026 berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.

Sebelumnya, enam korban telah ditemukan lebih dahulu, yakni lima orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.

Gilang satu-satunya korban yang sempat dinyatakan hilang sehingga pencarian terus dilanjutkan hingga berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi SAR gabungan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah ini,” katanya.

Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, masyarakat, dan nelayan setempat yang terlibat dalam pencarian sejak insiden tabrakan kapal dilaporkan terjadi oleh aparat kepolisian pada Rabu (17/6).

Operasi pencarian melibatkan Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Polair Kotabaru, Polsek Sebuku, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat. Tim melakukan penyisiran melalui jalur laut dan pesisir pantai untuk menemukan korban yang masih hilang.

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah sarana pendukung, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, peralatan komunikasi, perlengkapan penyelamatan di air, peralatan selam, perangkat Starlink, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Putu mengatakan cuaca yang berubah-ubah menjadi salah satu tantangan selama operasi pencarian berlangsung. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi upaya seluruh personel SAR gabungan untuk melanjutkan pencarian hingga korban terakhir berhasil ditemukan.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dengan memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar guna mencegah kecelakaan serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Sudayana. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top