Misteri Motor Terparkir Tiga Hari Ungkap Kasus Bunuh Diri di Tenggarong Selatan

Penulis: Redaksi  •  Senin, 22 Juni 2026 | 19:57:22 WIB

KALAMANTHANA, Tenggarong – Tiga hari sebelumnya, Marju melihat seorang pria memarkir motornya di jembatan Desa Loa Lepu, Tenggarong Selatan, Kutai Kartanegara. Siapa nyana, dia kemudian menemukan pria itu gantung diri.

Begitulah peristiwa yang terjadi di Desa Loa Lepu, Tenggarong Selatan, Kutai Kartanegara. Jasad IH (27), pria yang memarkirkan motor itu, ditemukan pada Minggu 21 Juni 2026 dalam keadaan tergantung tak bernyawa.

Kepala Polres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Humas Iptu Maryono, membenarkan peristiwa itu. Menurutna, IH adalah warga asal Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

“Berdasarkan keterangan saksi Marju, pada hari Kamis, 18 Juni 2026 sekira pukul 06.00 Wita, dia melihat satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang terparkir diatas jembatan gorong-gorong,” katanya.

Marju melihat proses pemarkiran itu karena terjadi di depan pondoknya sendiri. Saat itu, dia menduga pemilik motor tersebut adalah pemburu binatang.

Maryono menjelaskan, setelah dua hari motor tersebut masih berada di sana. Marju pun penasaran. Dia foto motor tersebut dan dia kirimkan ke grup media sosial RT. Maksudnya hendak mencari tahu, siapa pemilik motor itu.

“Pada hari Minggu, 21 Juni 2026 sekira pukul 10.10 Wita, saksi Marju dan saksi Suradi masuk ke dalam kebun milik Samsudin untuk mencari rumput pakan ternak,” katanya.

Tapi, begitu masuk kebun itu, keduanya mencium bau busuk dan kemudian menemukan jasad korban sudah tergantung dalam keadaan membusuk dan dikerubungi lalat.

“Kejadian tersebut dilaporkan kepada Ketua RT 03 dan diteruskan kepada Polsek Tenggarong Seberang,” tambahnya.

Dia menyebutkan bahwa anggota Piket Polsek Tenggarong Seberang yang menerima laporan bersama dengan Piket SPKT, Inafis dan Piket Fungsi Polres Kukaf langsunh ke lokasi untuk menhamankan TKP dan memasang garis polisi yang kemudian dilakukan olah TKP.

Selanjutnya, tambah dia, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit untuk dilakukan visum luar sambil menunggu keluarga korban dari Muara Wahau Kabupaten Kutim.

Maryono mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan bunuh diri dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

“Apabila ada suatu permasalahan yang rumit dan tidak bisa untuk diselesaikan sendiri, segera berkomunikasi dengan orang lain, yakni orang tua, saudara hingga tokoh agamanya, agar dapat dibantu dalam penyelesaiannya,” ujarnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top