ABK Tug Boat Kapuas Bahari V Diduga Terjatuh di Muara Teluk Sampit, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Laut

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 14:11:34 WIB
Proses pencarian.

KALAMANTHANA, Sampit – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) Tug Boat Kapuas Bahari V berinisial DD (38) masih terus dilakukan setelah dilaporkan terjatuh ke laut saat proses pengangkatan jangkar di perairan Muara Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB saat kapal tengah melaksanakan pelayaran menarik Tongkang Aulia Kurnia VII dari Pelabuhan Kendawangan, Kalimantan Barat, menuju Jetty IBB Parenggean, Kotawaringin Timur.

Dalam perjalanan, kapal sempat menurunkan jangkar di Muara Teluk Sampit karena kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat.

Setelah situasi dinilai kembali memungkinkan, awak kapal kemudian melanjutkan proses pengangkatan jangkar. Pada tahap ini, korban diketahui bertugas mengarahkan posisi jangkar di bagian luar tongkang, sementara rekan lainnya berada di ruang operator mesin jangkar.

Namun dalam proses tersebut, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut. Rekan kerja yang berada di lokasi sempat melihat kejadian itu dan langsung berupaya melakukan pertolongan dengan melemparkan pelampung serta melakukan penyisiran awal di sekitar titik jatuhnya korban.

Kasat Polairud Polres Kotawaringin Timur AKP Roni Paslah, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan bahwa upaya penyelamatan segera dilakukan sesaat setelah kejadian, namun korban tidak berhasil dijangkau karena diduga telah terseret arus di bawah lambung kapal.

“Rekan-rekan ABK langsung melakukan pertolongan, namun korban tidak sempat terangkat karena kondisi arus dan posisi kapal saat itu cukup menyulitkan,” ujarnya.

Pencarian kemudian dilakukan secara manual oleh awak kapal bersama nelayan sekitar hingga pagi hari, namun hasilnya belum membuahkan hasil. Selanjutnya, operasi resmi dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan Polairud Polres Kotawaringin Timur, Basarnas, serta unsur terkait lainnya.

Hingga Jumat (3/7/2026), proses pencarian masih difokuskan pada penyisiran area perairan sekitar Muara Teluk Sampit dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi pasang surut laut.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa keselamatan kerja di atas kapal harus menjadi perhatian utama seluruh operator dan awak kapal, terutama dalam aktivitas berisiko seperti pengangkatan jangkar dan pelayaran di kondisi cuaca yang tidak menentu. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top