ABK TB Kapuas Bahari V Ditemukan Meninggal di Sungai Lempuyang

Penulis: Huda  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 09:22:38 WIB
Korban Tenggelam di Teluk Sampit Ditemukan Meninggal Dunia, Berjarak 5,93 Kilometer dari Lokasi Jatuh

KALAMANTHANA, Sampit - Operasi pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) TB Kapuas Bahari V yang dilaporkan terjatuh ke perairan Muara Laut, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, korban berinisial DD (38) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.  

Korban ditemukan warga di Sungai Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, sekitar 5,93 kilometer dari titik awal diduga terjatuh. Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju kamar jenazah RSUD dr. Murjani Sampit untuk pemeriksaan dan proses identifikasi.  

Kapolres Kotawaringin Timur melalui Kasat Polairud AKP Roni Paslah menjelaskan, pencarian dilakukan sejak korban dilaporkan terjatuh dari kapal pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 03.57 WIB. Sejumlah unsur SAR dikerahkan, mulai dari Basarnas, BPBD, Satpolairud Polres Kotim, Marnit Polairud Samuda, TNI AL Samuda, Polsek Samuda hingga masyarakat setempat.  

“Pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari oleh tim SAR gabungan. Korban akhirnya ditemukan di Sungai Lempuyang dengan jarak kurang lebih 5,93 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh,” kata AKP Roni Paslah.  

Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami kerusakan berat akibat terlalu lama berada di perairan. Meski demikian, proses identifikasi tetap dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh kru TB Kapuas Bahari V. Identitas korban dipastikan berdasarkan pakaian yang dikenakan serta tanda khusus berupa tato yang masih terlihat di tubuh korban.  

Usai proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Satpolairud Polres Kotim masih melakukan penyelidikan untuk melengkapi administrasi serta mengungkap secara pasti penyebab korban terjatuh ke perairan.  

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi berakhir. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja bagi seluruh awak kapal yang beraktivitas di wilayah perairan Kotim. (su).

Reporter: Huda
Back to top