Pagi Mencekam di Baamang, Ibu Rumah Tangga Dijambret Dua Pria Bermotor saat Jalanan Ramai

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 15:53:21 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang ibu rumah tangga menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Cristopel Mihing, tepatnya di depan Gang Tri Putra, Kecamatan Baamang, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi ketika aktivitas masyarakat mulai ramai. Di tengah arus kendaraan dan warga yang berangkat bekerja, dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Jupiter tanpa pelat nomor mendekati korban dari arah belakang.

Pelaku yang duduk di jok belakang kemudian menarik paksa kalung emas yang dikenakan korban sebelum keduanya melarikan diri.

Korban, Ida Suaimi, mengaku tidak sempat menghindar karena aksi pelaku berlangsung sangat cepat.

"Iya benar, saya yang jadi korban. Kejadiannya sekitar jam enam lewat pagi. Waktu itu jalan sudah ramai, orang-orang sudah mulai beraktivitas. Tiba-tiba dua orang naik motor datang dari belakang, lalu menarik kalung saya dengan sangat keras. Saya kaget dan tidak sempat bereaksi karena semuanya berlangsung sangat cepat," ujarnya.

Tarikan pelaku yang begitu kuat membuat kalung emas berkadar 700 dengan berat sekitar 10 gram yang dikenakan korban putus menjadi dua bagian. Sebagian kalung berhasil dibawa kabur pelaku, sementara sisanya masih tersangkut di leher korban.

"Kalung saya putus jadi dua. Yang berhasil dibawa pelaku hanya separuh, separuh lagi masih tersangkut di leher saya. Beratnya sekitar 10 gram dengan kadar 700," katanya.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi turut merekam keberadaan kedua terduga pelaku. Dari tangkapan layar yang beredar, pengendara mengenakan jaket hitam dan helm, sedangkan pelaku yang berada di belakang memakai baju cokelat dan topi.

Keduanya menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor sehingga menyulitkan proses identifikasi.

Warga sekitar menduga aksi tersebut telah dipersiapkan. Selain memilih waktu ketika korban lengah, pelaku juga menggunakan kendaraan tanpa identitas dan bergerak sangat cepat sehingga berhasil lolos meski lokasi kejadian berada di jalan yang cukup ramai.

Aksi penjambretan tersebut kembali memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya kejahatan jalanan di Kota Sampit. Keberanian pelaku beraksi pada pagi hari di tengah aktivitas warga menunjukkan bahwa pelaku tidak lagi menghiraukan keramaian demi melancarkan aksinya.

Hingga berita ini diturunkan, korban mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Sementara itu, tangkapan layar wajah kedua terduga pelaku dari rekaman CCTV telah beredar di masyarakat dan diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap identitas serta menangkap pelaku yang kini masih buron. (su)

Reporter: Redaksi
Back to top