KALAMANTHANA, Palangka Raya – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya terus berkomitmen memberantas aksi balapan liar yang meresahkan masyarakat. Memasuki bulan kedua masa jabatannya, Kasatlantas Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, mengungkapkan pihaknya menyiapkan solusi jangka pendek hingga panjang untuk mengatasi fenomena balap liar di Kota Cantik.
Dalam dialog interaktif bertajuk Ngobrol Santai Ngopi Kopigin dan JOC Kopigin Domino S7 di Kafe Kopigin, Sabtu (18/7/2026), Hermanto menjelaskan bahwa patroli dan pos penjagaan telah ditempatkan di titik rawan seperti kawasan Dr. Murjani, Diponegoro, dan RTA Milono, khususnya pada malam Sabtu dan Minggu.
Ia mengakui adanya lonjakan aktivitas balap liar selama libur sekolah, mayoritas dilakukan oleh anak usia sekolah dan remaja putus sekolah. “Fenomena ini kerap menyulitkan petugas karena para pembalap liar memanfaatkan waktu lengah, seperti sekitar jam 3 dini hari,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Satlantas menyiapkan program Race Sore di Sirkuit Sabaru, Palangka Raya. “Melalui program ini, kepolisian memberikan jalur balap resmi yang aman dan menjamin tidak ada penangkapan selama hobi disalurkan di sirkuit,” jelas Hermanto.
Ia menegaskan jalan raya adalah fasilitas umum yang berbahaya jika dipakai untuk balapan. Bagi pelanggar, kepolisian memberlakukan sanksi tilang dan penahanan kendaraan selama 3 bulan, dengan sidang dijadwalkan 14 Agustus 2026. Kendaraan wajib dikembalikan ke kondisi standar.
Selain itu, Hermanto menyoroti knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan meresahkan warga.
Apresiasi terhadap langkah Satlantas datang dari Ketua Panitia JOC Kopigin Domino Season-7, Giben. Ia menilai kehadiran kepolisian dalam kegiatan komunitas memberi dampak positif dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara. “Program inovatif seperti jalur balap resmi di Sirkuit Sabaru adalah solusi cerdas yang perlu didukung semua pihak,” katanya.
Giben berharap sosialisasi seperti ini terus berlanjut agar pesan keselamatan menjangkau lebih banyak generasi muda. “Melalui edukasi humanis, kami berharap kesadaran masyarakat, khususnya remaja, meningkat. Kami siap membantu menggaungkan pesan positif ini agar tidak ada lagi aksi balap liar di jalanan,” tuturnya. (*).