Wabup Irawati Tinjau Penanganan Karhutla di Pal 10 Jalan Sampit–Palangka Raya

Penulis: Huda  •  Rabu, 22 Juli 2026 | 18:27:15 WIB
Wabup Kotim Irawati bersama BPBD memantau karhutla di Pal 10, ruas Jalan Sampit–Palangka Raya.

KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Pal 10, ruas Jalan Sampit–Palangka Raya, masih dalam proses penanganan setelah api membakar kawasan tersebut selama dua hari. Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Irawati) turun langsung ke lokasi pada Selasa sore (21/7/2026) untuk memastikan penanganan berjalan optimal.  

Di lokasi, Irawati memantau kondisi kebakaran dan berdiskusi dengan petugas mengenai perkembangan pemadaman serta kendala di lapangan. Cuaca panas dan lahan kering menjadi tantangan besar agar api tidak kembali meluas.  

Karhutla ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak besar, mulai dari kerusakan lingkungan hingga kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Irawati menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kotim dan seluruh unsur gabungan yang berjibaku memadamkan api. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BPBD dan seluruh petugas yang terus bekerja keras mencegah api agar tidak semakin meluas,” ujarnya.  

Selain pemadaman, Irawati menekankan pentingnya langkah pencegahan. Menurutnya, sebagian besar karhutla dapat dihindari jika masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau. Ia mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan titik api agar penanganan cepat dilakukan.  

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta saling mengingatkan agar tidak ada aktivitas yang memicu kebakaran. Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman setelah api membesar,” tegasnya.  

Menurut Irawati, penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan petugas di lapangan. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan munculnya titik api baru sehingga risiko kabut asap dapat diminimalkan selama musim kemarau. (Su).

Reporter: Huda
Back to top