Pembakaran Dokumen Berujung Petaka, Dua Truk dan Lahan Terbakar di Sampit

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 13:05:23 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kepanikan melanda kawasan Jalan Sawit Raya, tepat di depan Kantor PT Musirawas, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur. Apa pasal?

Hari itu, Kamis 23 Juli 2026 sore, kobaran api yang diduga berawal dari aktivitas pembakaran berkas dokumen mendadak membesar hingga menghanguskan satu unit dump truck, satu unit truk tangki, serta lahan seluas sekitar 10 x 20 meter.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian dan sempat mengundang perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas.

Api dengan cepat merambat dari titik awal kebakaran menuju kendaraan yang terparkir dan lahan di sekitarnya sehingga memicu kepanikan para pekerja.

Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, sejumlah karyawan PT Musirawas berusaha mencegah kobaran api semakin membesar dengan menggunakan lima alat pemadam api ringan (APAR).

Upaya tersebut berhasil memperlambat laju api pada kendaraan, namun bara masih terus menyala di lahan dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotim melalui layanan Emergency Call pada pukul 16.04 WIB.

Hanya tiga menit setelah laporan masuk, Peleton I Damkarmat langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa satu unit mobil tangki pemadam.

Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 16.16 WIB, petugas segera melakukan pemadaman pada titik-titik api yang masih aktif. Fokus utama diarahkan untuk mencegah kobaran menjalar ke area lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik di lapangan, api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 16.25 WIB atau hanya beberapa menit setelah proses pemadaman dimulai.

Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan serta penyisiran di seluruh area terdampak guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.

Kepala Peleton I Damkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, mengatakan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

"Begitu laporan masuk, personel langsung bergerak. Saat tiba di lokasi kami fokus melokalisasi titik api yang masih aktif di lahan agar tidak menjalar ke area lain. Setelah itu dilakukan pendinginan dan pemeriksaan hingga dipastikan benar-benar aman," ujarnya.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan, dugaan sementara kebakaran dipicu aktivitas pembakaran berkas dokumen.

Api diduga tidak sepenuhnya padam, kemudian merambat ke dump truck yang berada di dekat lokasi pembakaran, lalu membakar truk tangki dan lahan di sekitarnya.

Meski penyebab awal telah diketahui berdasarkan keterangan di lokasi, penyebab pasti kebakaran tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Damkarmat Kotim, Yayat Hidayat, mengingatkan masyarakat maupun pihak perusahaan agar tidak menganggap remeh penggunaan api terbuka, terlebih di tengah musim kemarau yang membuat material di sekitar lokasi lebih mudah terbakar.

"Setiap aktivitas yang menggunakan api harus diawasi dengan baik. Kelalaian sekecil apa pun bisa memicu kebakaran yang menyebabkan kerugian besar. Kami mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan untuk selalu mengutamakan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," katanya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, satu unit dump truck, satu unit truk tangki, dan lahan seluas sekitar 200 meter persegi mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.

Setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 16.42 WIB dan seluruh personel kembali ke markas. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top