Ternyata Ada Warga Kapuas Tewas Terbakar di KM Mutiara Sentosa II, Ini Identitasnya

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48:19 WIB

KALAMANTHANA, Surabaya – Seorang warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menjadi korban meninggal tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Warga Kabupaten Kapuas yang jadi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa itu adalah Yedi Hendrawan. Dia teridentifikasi Tim Disaster Victim Indentification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur.

Yedi Hendrawan tercatat sebagai pria warga Keruing, Gang 4 Nomor 48, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dia berusia 63 tahun saat kebakaran KM Mutiara Sentosa II itu merenggut nyawanya.

Yedi Hendrawan teridentifikasi bersama empat jenazah lainnya. Keberhasilan proses identifikasi itu merupakan hasil kerja terpadu lintas instansi yang terus berlangsung dalam upaya memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan sejak insiden terjadi, Polda Jatim bersama jajaran Polres di wilayah Madura telah bergerak cepat dengan berkolaborasi bersama berbagai instansi terkait dalam penanganan korban maupun proses identifikasi.

“Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI,” ungkap Abast di Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Senin lalu.

Empat Posko tersebut yakni di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara HS. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

"Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur," kata Kombes Abast.

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur selaku Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah DVI.

Pihaknya juga melibatkan BPBD, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, Sie Dokkes jajaran Polres Madura, Polres Pelabuhan Tanjungperak, serta PPDS Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Wahono mengatakan, lima kantong jenazah yang diterima telah dilakukan proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan korban.

“Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Wahono.

Adapun lima korban yang berhasil diidentifikasi, yakni Sri Indratmo Wijaya, laki-laki, (47) warga Dukuh Lunggoh, Mojoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah, perempuan,(57) warga Jalan Sultan Abudallah II, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco, laki-laki, (39) warga Jalan Kawi 08-A, Sidorejo Kauman, Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra, laki-laki, (48) warga Kampung Dalam No. 84, Jorong Tangah Koto, Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat; dan Yedi Hendrawan, laki-laki, (63), warga Keruing Gang 4 No. 48, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Wahono menegaskan, meski telah mengidentifikasi lima jenazah yang ditemukan, Operasi DVI masih terus berlangsung seiring proses pencarian korban oleh tim gabungan di lapangan.

Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II agar segera melaporkan diri dan menyerahkan data antemortem kepada Posko DVI.

“Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911,” katanya.

Ia juga menegaskan, Polda Jawa Timur memastikan proses identifikasi akan terus dilakukan secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI dinyatakan selesai.

“Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban," tegasnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top