Pagi-pagi Sampit Sudah Heboh, Seorang Wanita Nekat Panjat Menara TVRI, Mau Apa?

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:51:30 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Seorang wanita bikin heboh Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Tiba-tiba, dia memanjat menara pemancar TVRI.

Peristiwa itu langsung bikin suasana heboh. Aksi wanita tersebut terjadi di Jalan Haji Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, Jumat 7 Agustus 2026.

Sebelum petugas tiba di lokasi, warga berinisiatif melakukan pendekatan secara persuasif untuk membujuk wanita tersebut agar bersedia turun dengan selamat.

Dalam waktu singkat, masyarakat berdatangan ke lokasi dan berupaya menenangkan perempuan tersebut sambil menunggu petugas datang. Warga diminta tidak terlalu mendekat agar proses pendekatan dapat berlangsung dengan aman.

Salah seorang warga, Arul, membenarkan kejadian itu, ia mengatakan warga berinisiatif melakukan pendekatan secara persuasif karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Awalnya kami mengira dia hanya duduk di bawah menara. Tidak lama kemudian ternyata sudah berada di atas. Warga langsung berdatangan dan meminta bantuan agar segera dilakukan evakuasi," ujar Arul.

Menurut Arul, beberapa warga kemudian memberanikan diri naik ke menara untuk mendampingi perempuan tersebut.

Mereka terus mengajak berbicara dan memberikan nasihat agar perempuan itu bersedia turun. Warga juga membawa seutas tali sebagai langkah pengamanan selama proses evakuasi.

"Kami kasih nasihat dari bawah, terus ada yang naik menemani. Kami ajak ngobrol, dirayu, kurang lebih satu jam akhirnya mau turun. Tali itu untuk pengamanan, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Setelah dalam beberapa waktu dilakukan pendekatan, perempuan tersebut akhirnya bersedia turun dari menara dalam keadaan selamat,

Perempuan itu selanjutnya dibawa petugas menuju Polsek Ketapang untuk penanganan lebih lanjut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai identitas perempuan tersebut serta penyebab yang melatarbelakangi aksinya.

Aparat masih melakukan pendalaman dan mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi serta tidak menyebarkan spekulasi mengenai peristiwa tersebut. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top