KALAMANTHANA, SAMPIT – Jumat pagi yang semula berlangsung seperti hari belajar biasa di SDN 3 Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, mendadak berubah mencekam.
Kobaran api dari sebuah bangunan di sekitar lingkungan sekolah memicu kepanikan para siswa dan guru, sehingga proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara demi mengutamakan keselamatan.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi kebakaran dan terlihat dari berbagai penjuru kawasan Ketapang.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat kejadian sekaligus memastikan kondisi di sekitar sekolah.
Saat kebakaran terjadi, aktivitas belajar masih berlangsung. Menyadari adanya ancaman, guru bersama tenaga kependidikan segera mengarahkan para siswa keluar dari lingkungan sekolah menuju titik yang lebih aman.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke bangunan lain maupun dampak asap tebal yang terus menyelimuti kawasan sekitar.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana kepanikan di sekitar sekolah. Sejumlah siswa yang masih mengenakan seragam olahraga tampak berdiri di luar area sekolah setelah dievakuasi.
Dari kejauhan, kobaran api terlihat melahap bangunan, sementara asap hitam terus membumbung tinggi ke langit.
Warga sekitar turut membantu mengamankan lokasi. Sebagian membuka akses jalan agar mobil pemadam kebakaran dapat segera mencapai titik api, sementara lainnya mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati lokasi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Laporan mengenai kebakaran tersebut langsung diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sejumlah unit beserta personel segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan yang cukup padat.
"Alhamdulillah api sudah padam, pihak Damkar Kotim melakukan pendinginan," ucap warga.
Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi kobaran api agar tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi, termasuk area sekolah yang letaknya berdekatan dengan titik kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Penyebab kebakaran belum diketahui dan petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terbakar serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aparat terkait juga akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran setelah situasi dinyatakan aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk di sekitar fasilitas pendidikan.
Respons cepat pihak sekolah dalam mengevakuasi siswa menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan seluruh peserta didik di tengah situasi darurat. (su)