15 Proyek Strategis Kalimantan Dijajakan, Termasuk Air Minum Sepaku-Semoi dan Energi Sampah Palangka Raya

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 18:00:36 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Sejumlah 15 proyek strategis di Kalimantan dijajakan kepada 20 investor domestik dan luar negeri. Termasuk penyedian air minum Sepaku Semoi dan pengolahan sampah jadi energi di Palangka Raya.

Penjajaan proyek strategis itu dilakukan Bank Indonesia melalui Investment Forum Pamor Borneo 2026 yang menghasilkan 12 Letter of Intent (LoI).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (BI Kalsel) Haris Munandar mengatakan forum investasi tersebut menjadi wadah mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor melalui seminar dan business matching untuk membahas peluang investasi serta mencari solusi atas berbagai hambatan realisasi penanaman modal.

“Sebanyak 15 proyek strategis yang dipromosikan mencakup sejumlah sektor unggulan dengan nilai investasi sekitar Rp62,13 triliun,” katanya pada kegiatan Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin, Jumat 7 Agustus 2026.

Sebanyak 20 calon investor mengikuti pertemuan bisnis secara langsung bersama pemilik proyek hingga menghasilkan 12 LoI sebagai tindak lanjut awal penjajakan investasi.

Pada kegiatan itu, Bank Indonesia berperan sebagai matchmaker yang menjembatani pemilik proyek dengan investor potensial agar proses penjajakan investasi berjalan lebih efektif. Proyek yang ditawarkan berasal dari Kalimantan Selatan dan sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Salah satu proyek dengan nilai investasi terbesar yang ditawarkan yakni pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi metanol di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp46,17 triliun,” ujarnya.

Selain itu, terdapat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, senilai Rp2,6 triliun serta pengembangan Pelabuhan Margasari Baru di Kabupaten Tapin senilai Rp1,69 triliun.

Forum investasi tersebut juga menawarkan proyek industri oleokimia di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, senilai Rp8,6 triliun, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Sepaku Semoi di Balikpapan senilai Rp2,15 triliun.

Kemudian, pengolahan sampah menjadi energi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, senilai Rp780 miliar, serta budidaya udang vaname di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, senilai Rp140 miliar.

Dia mengatakan penyelesaian berbagai hambatan investasi menjadi bagian penting dalam mempercepat realisasi proyek karena investasi berperan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat hilirisasi industri, serta menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian Kalimantan.

“Kami berharap 12 LoI yang terbentuk melalui Investment Forum Pamor Borneo 2026 dapat segera ditindaklanjuti menjadi realisasi proyek sehingga memperkuat transformasi ekonomi Kalimantan menuju kawasan yang kompetitif, terdiversifikasi, dan berkelanjutan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Haris Munandar. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top