Lisna Minta PLN Terbuka Soal Gangguan Listrik

Penulis: Huda  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:55:00 WIB
DPRD Kapuas meminta PLN menjelaskan penyebab pemadaman bergilir, wilayah terdampak, dan estimasi pemulihan secara terbuka.

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun, meminta PT PLN (Persero) lebih terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu menjelaskan kondisi gangguan secara lebih lengkap.

“Kami mendesak khususnya pihak PLN ULP Kuala Kapuas, agar bersikap lebih terbuka kepada publik. Jelaskan ke masyarakat secara terbuka penyebab pemadaman bergilir itu,” kata Lisna Mariatun di Kuala Kapuas, Sabtu (25/7/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta PLN memberikan penjelasan komprehensif mengenai penyebab pemadaman, wilayah yang terdampak, serta perkiraan waktu normalisasi pasokan listrik.

Menurut Lisna, DPRD dan masyarakat berhak memperoleh informasi tersebut agar tidak muncul spekulasi mengenai penyebab gangguan kelistrikan. Transparansi dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab pelayanan publik.

“Transparansi dan keterbukaan merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, serta upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN,” katanya.

Ia menilai masyarakat tidak hanya membutuhkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga informasi yang jelas ketika terjadi gangguan. Ketidakpastian mengenai penyebab dan waktu pemulihan dapat semakin menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Listrik yang sering padam itu sangat menganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda perekonomian yang sangat bergantung dengan pasokan listrik,” ujarnya.

Lisna juga meminta PLN menyampaikan pemberitahuan lebih awal apabila pemadaman akan dilakukan secara terencana. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengurangi dampak terhadap aktivitas mereka.

“Jangan sampai masyarakat dibuat bingung, karena listrik tiba-tiba padam tanpa ada penjelasan,” tegasnya.

Menurut Lisna, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta industri rumahan menjadi kelompok yang cukup terdampak karena aktivitas produksi mereka bergantung pada pasokan listrik.

Selain mengganggu kegiatan usaha, pemadaman yang terjadi berulang juga berpotensi menimbulkan kerugian akibat risiko kerusakan peralatan elektronik ketika listrik padam dan kembali menyala.

Wakil rakyat dari Dapil Kapuas I, Kecamatan Selat, tersebut turut menyoroti munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab gangguan listrik. Ia meminta PLN segera memberikan penjelasan resmi agar informasi yang berkembang tetap berdasarkan fakta.

Lisna berharap keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membantu warga memahami kondisi kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung. (fan).

Reporter: Huda
Back to top