DPRD Kapuas Minta Waspadai Puncak Kemarau

Penulis: Huda  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:45:00 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Rahmad Jainudin

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas – DPRD Kabupaten Kapuas meminta pemerintah daerah tidak lengah menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.

Langkah antisipasi dinilai perlu diperkuat sejak dini untuk meminimalkan berbagai risiko, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan dan krisis air bersih, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Rahmad Jainudin, mengatakan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencegah dampak musim kemarau berkembang lebih luas.

Mengacu pada prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Kalimantan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas, menurunkan ketersediaan air bersih, serta memperburuk kualitas udara apabila terjadi Karhutla.

Menurut Rahmad, Pemkab Kapuas perlu mengoptimalkan koordinasi bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait. Patroli di kawasan rawan kebakaran juga perlu dilakukan secara rutin, disertai penguatan langkah pencegahan.

“Memasuki puncak musim kemarau, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah bencana terjadi,” kata Rahmad Jainudin, Rabu (5/8/2026).

Selain pemerintah dan aparat, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah dampak musim kemarau. Rahmad mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menggunakan air bersih secara bijaksana.

Ia menilai Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Karena itu, Rahmad mendorong pemerintah daerah memastikan kesiapan personel, peralatan penanggulangan Karhutla, sumber air, serta sistem informasi dan koordinasi selama puncak kemarau.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga Kabupaten Kapuas dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan mampu menekan potensi bencana. (fan).

 

 

 

Reporter: Huda
Back to top