Perkuat Kebinekaan, 30 Persen Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Non-Muslim

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:47:49 WIB
Foto bersama Pengurus PWI Kalteng bersama Rektor UMPR.

KALAMANTHANA, Palangka Raya — Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kampus yang semula hanya memiliki enam fakultas dan 16 program studi (prodi) ini, kini berkembang pesat menjadi 15 fakultas dengan 43 prodi.

Perkembangan signifikan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Yusuf, S.Sos., M.AP., saat bersilaturahmi dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran UMPR, Kampus 2, Jalan Anggrek Lingkar Luar, Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Yusuf, kemajuan UMPR tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah fakultas dan prodi, tetapi juga dari perluasan bidang pendidikan, fasilitas, hingga cakupan lokasi kampus. Saat ini, UMPR juga telah mengelola program pascasarjana yang menaungi enam program magister (S2) dan dua program doktor (S3).

"UMPR yang dulunya hanya memiliki enam fakultas dan sekitar 16 prodi, sekarang sudah berkembang menjadi 15 fakultas dengan 43 prodi, ditambah program pascasarjana," ujar Yusuf.

Ekspansi ini ditandai dengan hadirnya sejumlah fakultas dan prodi baru, terutama di bidang kesehatan. Di antaranya adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, serta pengembangan prodi Anestesi, Rekam Medik, Farmasi, Gizi, dan berbagai prodi lainnya. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika dunia kerja, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.

Tidak hanya dari sisi akademik, UMPR juga memperluas fasilitas fisiknya. Dari yang semula hanya berpusat di Kampus 1 (Jalan RTA Milono Km 1,5), kini UMPR telah memiliki tiga lokasi kampus. Dua kampus baru tersebut yakni Kampus 2 di Jalan Anggrek Lingkar Luar dan Kampus 3 di Jalan Soekarno.

Seiring perluasan tersebut, jumlah mahasiswa UMPR kini mencapai sekitar 11.800 orang. Angka ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UMPR sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Kalimantan Tengah.

Sebagai perguruan tinggi swasta, Yusuf menilai pencapaian ini merupakan hal yang sangat disyukuri. Ia menegaskan bahwa UMPR senantiasa terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Hal ini dibuktikan dengan komposisi mahasiswa UMPR yang inklusif, di mana sekitar 30 persen di antaranya merupakan non-Muslim.

"UMPR terbuka untuk semua. Kami tidak memandang latar belakang agama, melainkan fokus memberikan pendidikan berkualitas dan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa," tegas Yusuf, yang juga memiliki latar belakang sebagai jurnalis.

Sementara itu, Sekretaris PWI Kalteng, Ika Lelunu, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas sambutan Rektor UMPR beserta jajaran. Ia berharap silaturahmi ini dapat menjadi awal dari kerja sama strategis antara UMPR dan PWI Kalteng, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi insan pers dan keluarganya.

"Kami berharap kerja sama kedua lembaga ini dapat semakin diperkuat sehingga memberi manfaat nyata bagi wartawan dan masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah dalam membangun daerah agar semakin maju dan berkah," tutur Ika. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top