Parah! Jarak Pandang di Sampit Tinggal 15 Meter, Lepas Itu Gelap!

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:49:10 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Situasi di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, makin parah. Karena kebakaran hutan dan lahan, jarak pandang kini tersisa 15 meter.

Kondisi itu terjadi pada Selasa 18 Agustus 2026 pagi. Kabut asap kembali mengepung sejumlah kawasan di Kota Sampit, membuat jarak pandang menjadi susut.

Salah satunya dilaporkan terjadi di Jalan Sudirman, Kota Sampit. Asap pekat membuat jarak pandang pengendara terpangkas hingga belasan meter, sementara warga mulai mengeluhkan sesak napas dan tenggorokan terasa sakit.

Salah seorang warga Kotawaringin Timur, Dayat, mengatakan kabut asap pagi ini terasa semakin parah. Saat melintas di Jalan Sudirman Sampit, pandangannya ke depan sangat terbatas.

“Parah kabut asap pagi ini. Jarak pandang kurang lebih sekitar 15 meter di Jalan Sudirman Sampit. Setelah itu sudah tidak terlihat lagi di depan,” ujarnya.

Menurut Dayat, kondisi tersebut bukan hanya membahayakan pengendara, tetapi juga mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ia mengaku mengalami sesak dan kesulitan bernapas ketika berada di tengah kepulan asap.

“Kalau asapnya seperti ini saya merasa sesak napas dan sulit bernapas. Tenggorokan juga terasa sakit sampai ke bagian dada,” katanya.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di tengah kondisi kemarau dan lahan yang mudah terbakar.

Bagi pengendara, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika melintas di kawasan yang diselimuti asap. Mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan.

Warga berharap kabut asap tidak kembali menjadi rutinitas setiap musim kemarau. Api harus dipadamkan, tetapi jika ada pihak yang terbukti sengaja membakar, penegakan hukum juga harus menyala lebih tegas. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top