KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, termasuk masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menemui puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa (1/9/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak masyarakat tidak hanya menyampaikan kritik dan aspirasi, tetapi juga bersama-sama mengawal serta mendukung langkah pemerintah menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.
“Kalau persoalan ini diserahkan kepada kami saja, tentu banyak faktor yang harus kami hadapi. Karena itu, ayo kita sama-sama mendorong dan mengawal upaya penangannya. Saya justru menyukai kritik dan masukan seperti ini. Jangan dikira saya tidak suka, saya bangga,” ujar Agustiar.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan menyerah menghadapi tantangan penanganan karhutla meskipun Kalteng memiliki wilayah yang luas dan kondisi geografis yang cukup sulit.
“Saya harus maju, saya tidak boleh menyerah. Ayo kita sama-sama bahu-membahu menjaga Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Agustiar turut memaparkan kesiapan sarana dan prasarana penanganan karhutla. Pemprov Kalteng telah menerima dukungan fasilitas dari pemerintah pusat berupa tambahan armada pemadam kebakaran, alat berat, mesin pompa, dan berbagai peralatan pendukung lainnya.
Armada 100 unit mobil pemadam kebakaran. Alat berat 10 unit ekskavator dan peralatan operasional: 205 unit mesin pompa beserta peralatan pelengkap
Ia menyebut ketersediaan peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan sudah siap. Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan seluruh fasilitas dan personel beroperasi maksimal, termasuk kelancaran kelengkapan logistik seperti bahan bakar.
Pertemuan yang berlangsung terbuka dan kondusif tersebut menjadi ruang dialog interaktif. Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan, Dida Paramida, membacakan enam poin tuntutan utama, yaitu:
1.Percepatan penanganan karhutla.
2.Perlindungan terhadap masyarakat adat dan peladang.
3.Pelaksanaan riset mitigasi bencana secara komprehensif.
4.Perhatian terhadap fasilitas serta keselamatan relawan.
5.Keterbukaan dan transparansi anggaran bencana.
6.Penjadwalan pertemuan lanjutan bersama aliansi.
Perwakilan massa aksi juga menyoroti bahaya kabut asap terhadap kesehatan warga. Menurut mereka, penanganan kabut asap yang mengandung partikel berbahaya harus diselesaikan secepat mungkin.
Menanggapi hal tersebut, Agustiar memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan Pemprov Kalteng. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah. (sly)