KALAMANTHANA, Sampit – Kepulan asap tiba-tiba membumbung dari permukiman warga di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (4/9) pagi. Tak lama kemudian, api membesar dan membuat warga panik.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu menghanguskan tiga rumah warga dan satu gedung walet. Seorang warga bernama Amin (55) juga mengalami luka bakar saat berusaha membantu memadamkan api.
Api pertama kali diketahui muncul dari rumah milik Ruslan (54). Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya, termasuk rumah milik Jainal Ilmi (50).
Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan. Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Namun, api sulit dikendalikan karena material sejumlah bangunan didominasi kayu sehingga kobaran dengan cepat menjalar.
Situasi mulai terkendali setelah unit pemadam dari PT RMU tiba sekitar 15 menit setelah kejadian. Petugas langsung berjibaku memutus rambatan api agar tidak semakin meluas ke bangunan lainnya.
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Purwono mengatakan, penyebab kebakaran untuk sementara diduga berasal dari korsleting listrik.
“Dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Namun, penyebab pastinya masih kami selidiki. Petugas sudah melakukan pemeriksaan di TKP, mengamankan lokasi, memasang garis polisi dan meminta keterangan dari korban maupun saksi,” kata Purwono.
Besarnya kobaran membuat rumah milik Ruslan dan Jainal Ilmi tidak berhasil diselamatkan. Api juga sempat membakar rumah serta gedung walet milik Amin, tetapi kedua bangunan tersebut berhasil diamankan dari kobaran lebih besar.
Dalam proses pemadaman, Amin mengalami luka bakar pada bagian lengan dan pipi sebelah kanan. Ia terluka ketika ikut berupaya menangani kebakaran yang terjadi di sekitar permukiman tersebut.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah kobaran utama berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dampak kebakaran cukup besar. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp750 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan rumah, gedung walet serta dua unit sepeda motor milik korban.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan titik awal api sekaligus mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk melengkapi proses penyelidikan.
“Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari saksi dan korban. Karena itu, masyarakat kami imbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil penyelidikan selesai,” ujar Purwono.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Pemeriksaan kabel, sambungan dan peralatan listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Pastikan kabel dan sambungan listrik dalam kondisi baik. Kalau ada yang rusak atau sudah tidak layak, segera diperbaiki atau diganti. Jangan sampai hal kecil menjadi pemicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar,” pungkasnya.