DPRD Barito Utara Dukung Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

Penulis: Huda  •  Jumat, 04 September 2026 | 18:47:01 WIB
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara, H Taufik Nugraha

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui lingkungan pendidikan mendapat dukungan dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Rapat Koordinasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) Tahun 2026 di Aula Setda Barito Utara, Kamis (3/9/2026).

Rakor tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan integrasi kurikulum anti narkoba pada satuan pendidikan, khususnya jenjang SMK di Kalimantan Tengah.

Taufik mengatakan, pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda sejak dini.

“Kami sangat mendukung langkah pemerintah dan pihak terkait dalam memperkuat pendidikan anti narkoba di sekolah. Ini penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk membentuk karakter dan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba,” ujar Taufik, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, integrasi materi anti narkoba dalam kurikulum tidak seharusnya berhenti pada kegiatan pembelajaran atau penyampaian materi di ruang kelas. Pendidikan tersebut perlu diarahkan agar peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

Taufik menilai guru memiliki peran penting dalam membangun ketahanan peserta didik terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba. Selain menyampaikan materi pelajaran, guru juga berperan sebagai pembimbing dan teladan.

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai dampak narkoba. Tetapi yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, keberanian untuk berkata tidak dan kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah dan aparat penegak hukum. Keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan anak.

Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak perlu diperkuat. Orang tua juga diharapkan memberikan pendampingan dan mengetahui lingkungan pergaulan anak tanpa mengabaikan ruang tumbuh dan perkembangan mereka.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga. Kalau keluarga kuat, sekolah memberikan pembinaan dan masyarakat ikut menjaga lingkungan, maka daya tahan generasi muda terhadap narkoba akan semakin kuat,” jelasnya.

Selain keluarga dan sekolah, Taufik mendorong keterlibatan pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), masyarakat, serta organisasi kepemudaan dalam memperkuat program pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pelaksanaan IKAN tidak sebatas memenuhi program pendidikan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembentukan karakter dan ketahanan generasi muda.

Ia berharap integrasi kurikulum anti narkoba dapat diterapkan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik sehingga upaya pencegahan dapat berlangsung secara nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Sly).

Reporter: Huda
Back to top