Rimba Seranau Jadi Lautan Api, Trenggiling Ditemukan Mati Saat Karhutla Kotawaringin Timur

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 06 September 2026 | 09:29:28 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Karhutla di wilayah Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, tak hanya membakar lahan dan hutan. Seekor trenggiling ditemukan mati dalam kondisi hangus.

Trenggiling termasuk satwa yang dilindungi. Di Kecamatan Seranau, di tengah karhutla yang mengganas, trenggiling ditemukan hangus di tengah kawasan rimba.

Camat Seranau Dwi Kushendro membenarkan adanya temuan trenggiling yang diduga mati akibat terjebak kobaran api.

Satwa tersebut ditemukan warga di kawasan yang terdampak karhutla sebelum kemudian dibawa oleh komunitas pencinta reptil.

“Saat ditemukan kondisinya sudah mati. Bangkai trenggiling kemudian dibawa oleh pencinta reptil,” kata Dwi kepada wartawan, Minggu 6 September 2026.

Temuan tersebut memperlihatkan dampak karhutla yang semakin luas. Api yang membakar kawasan hutan tidak hanya mengancam kebun dan lahan warga, tetapi juga habitat satwa liar yang berada jauh di dalam rimba.

Bangkai trenggiling ditemukan di kawasan hutan Desa Terantang Hilir. Lokasinya cukup jauh dari akses utama sehingga untuk mencapainya membutuhkan perjalanan sekitar satu jam dari dermaga.

Sebelum temuan tersebut, warga setempat juga melaporkan adanya lahan dan kebun yang ikut terbakar. Luasan lahan terdampak disebut mencapai puluhan hektare.

Kebakaran yang terjadi di kawasan dengan vegetasi kering dapat dengan cepat merambat. Ketika api masuk semakin jauh ke hutan, satwa liar yang berada di dalamnya menghadapi ancaman kehilangan tempat berlindung, sumber makanan hingga keselamatan hidup.

Trenggiling menjadi salah satu satwa yang rentan ketika menghadapi kondisi tersebut. Pergerakannya yang relatif lambat membuat satwa ini berisiko terjebak ketika api bergerak cepat dan mengepung kawasan.

Bangkai trenggiling tersebut kemudian ditangani oleh Komunitas Pencinta Reptil Sampit dengan cara dikuburkan.

Kematian satwa tersebut menjadi gambaran memilukan dari dampak karhutla di Kotim. Selama ini kebakaran lebih banyak dilihat dari luas lahan yang terbakar, asap yang mengganggu aktivitas masyarakat atau ancaman api terhadap permukiman.

Namun, di balik kawasan yang menghitam akibat kebakaran, terdapat ekosistem yang ikut terdampak.

Ketika habitat terbakar, satwa yang selamat juga menghadapi persoalan baru. Mereka harus mencari kawasan lain untuk berlindung dan mendapatkan makanan, bahkan berpotensi keluar dari habitatnya dan mendekati kawasan yang dihuni manusia.

Temuan trenggiling hangus di Terantang Hilir menjadi alarm bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan. Ketika api sudah masuk ke rimba, yang ikut dipertaruhkan adalah kehidupan satwa dan keberlangsungan habitatnya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top