Dari Edukasi hingga Aksi, Wabup Irawati Perkuat Gerakan Cegah Karhutla di Kotim

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 06 September 2026 | 20:10:38 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 di wilayah Kotim.

KALAMANTHANA, Sampit – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperkuat. Pemerintah daerah mendorong pencegahan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari edukasi, peningkatan kesadaran hingga kesiapsiagaan di lapangan.

Wakil Bupati Kotim Irawati menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 di wilayah Kotim, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Irawati mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat harus terus dibangun agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.

“Alhamdulillah, ulun menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Irawati.

Menurutnya, edukasi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla. Masyarakat perlu mengetahui bahwa tindakan pembakaran lahan, meskipun dilakukan dalam skala kecil, dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kuat.

Karena itu, sosialisasi tidak boleh berhenti pada penyampaian informasi. Pengetahuan yang diberikan harus diterapkan melalui kepedulian dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

“Ulun berharap melalui edukasi dan koordinasi yang terus diperkuat, kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dapat semakin meningkat,” ujarnya.

Irawati menilai, keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kecepatan informasi dan kepedulian masyarakat. Apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya sehingga dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Selain masyarakat, peran dunia usaha juga dinilai penting. Perusahaan yang memiliki aktivitas di wilayah Kotim diharapkan turut menjaga kawasan sekitar dan memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena dampak Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan hutan dan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang hingga aktivitas sehari-hari.

“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Wabup menekankan, upaya menjaga Kotim dari Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, semakin kuat koordinasi yang dibangun, semakin cepat pula potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani. Karena itu, budaya waspada dan peduli terhadap lingkungan perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

Irawati kemudian mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Mari bersama-sama cegah Karhutla. Jaga hutan dan lahan, jaga kesehatan, dan jaga Kotawaringin Timur,” ajaknya.

Pemkab Kotim berharap penguatan edukasi, koordinasi dan kesiapsiagaan tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang terus berjalan.

Dengan pencegahan yang dilakukan sejak dini dan dukungan seluruh elemen masyarakat, ancaman Karhutla di Kotim diharapkan dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top