KALAMANTHANA, Sampit – Tiba-tiba mobil merayap di Jalan Tjilik Riwut Km 10, jalur Sampit-Kotabesi, Kotawaringin Timur. Macet? Bukan! Karhutla jadi penyebabnya.
Akibat karhutla yang mengepulkan asap, pengendara di jalur Sampit-Kotabesi itu harus ekstra waspada. Mereka, Senin 7 September 2026 itu, memilih membawa mobil laksana merayap karena jarak pandang yang cukup terhalang.
Asap tebal dari lahan yang terbakar membumbung hingga menutup sebagian badan jalan. Jarak pandang pengendara pun terganggu, terutama saat melintasi titik yang kepulan asapnya semakin pekat.
Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas tidak bisa memacu kecepatan. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan demi memastikan kondisi jalan di depan tetap terlihat.
Salah seorang pengendara, Jony, mengaku cukup kesulitan saat melintasi kawasan tersebut. Tebalnya asap membuat pandangan ke arah depan menjadi terbatas.
“Asapnya tebal sekali, pandangan jadi terganggu. Mau tidak mau harus pelan saat lewat sini karena kita tidak bisa melihat jalan dengan jelas,” ujar Jony.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Kecepatan kendaraan harus dikurangi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika berpapasan dengan kendaraan lain.
“Kalau dipaksakan ngebut tentu berbahaya. Kita harus pelan-pelan karena pandangan tertutup asap,” katanya.
Di sisi lain, kobaran api masih terlihat membakar lahan di sekitar lokasi. Petugas terus berjibaku melakukan pemadaman untuk menjinakkan api dan mencegahnya merembet semakin luas.
Bantuan juga datang dari kepolisian. Petugas mengerahkan kendaraan dan menyemprotkan air menggunakan water cannon ke titik api.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui. Pengendara yang melintasi jalur tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan ketika memasuki kawasan yang diselimuti asap tebal.
Karhutla di sisi jalur utama Sampit-Kota Besi ini tidak hanya menjadi ancaman terhadap lahan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas. (su)